Ternyata Ini Alasannya Kenapa Orang Minang Lebih Pilih Batik Jawa


Jumat, 31 Januari 2020 - 20:56:17 WIB
Ternyata Ini Alasannya Kenapa Orang Minang Lebih Pilih Batik Jawa Foto/Okezone

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Saat ini jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumbar sebanyak 532 ribu. Dari jumlah tersebut terdapat 20 persen tenaga kerja di provinsi itu bergantung pada sektor ini.

"90 persen UMKM masih bersifat tradisional dan hanya ada 1,9 persen industri besar. Ini menandakan indutri besar tidak tumbuh pesat di Sumatera Barat," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat Launching Apalikasi bajojo.co.id dan pelantikan pengurus FUMKM Sumbar periode 2020-2023 di Auditorium Gubernur, Jumat (31/1/2020).

Melihat kondisi itu, Nasrul Abit menilai bahwa Sumbar membutuhkan pemimpin yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumbar menjadi 7 persen. Sebab, saat ini laju pertumbuhan ekonomi di provinsi itu baru dikisaran 5,14 persen. Maka itu dibutuhkan upaya ekstra untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Untuk dapat menaikan satu digit angka saja pertumbuhan ekonomi, butuh banyak peran pendukung dari berbagai elemen ekonomi daerah," kata Nasrul Abit.

Ketua Dewan Penasehat Gerindra Sumbar itu menyebutkan, saat ini jumlah jumlah penduduk Sumbar mencapai 5,6 juta jiwa. Namun yang memjadi pertanyaan adalah apakah UMKM di Sumbar mampu berkontribusi dalam meningkatakan laju pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Kita butuh dari pemikiran dan kreatifitas para akdemisi, pakar ekonomi melalui riset yang cerdas. Potensi UMKM kita amat besar, namun mohon maaf, kita sendiri belum mencintai produksi daerah sendiri," ucap Nasrul Abit.

Nasrul Abit pun mencontohkan, kreasi batik. Masyarakat Sumbar lebih memilih memakai batik jawa, dibandingkan hasil kerajinan dari daerah sendiri. Padahal, kata dia, banyak jenis pakaian yang tak kalah menariknya, seperti tenunan, songket dan batik tanah liek dan kreasi lainnya.

Persoalan lain kurang diminatinya produk Sumbar, kata Nasrul Abit, terkait dengan masalah harga yang tidak terjangkau oleh masyarakat umum. Selain itu, somgket silungkang yang dominan dengan warga mengkilat. Ini perlu kombinasi lainnya agar bisa menjadi daya tarik dan menyesuaikan selera pasar.

"Memajukan kreatifitas UMKM Sumbar perlu melibatkan para generasi muda dan milenial. Terutama dalam pemasaran dan mencari selera pasar. Anak-anak muda kita ini tentu akan selalu mengikuti perkembangan tren kemajuan zaman. Sekaligus transfer ilmu melestarikan ciri khas budaya daerah," ajak Nasrul Abit.

Terakhir, Nasrul Abit berharap Forum Usaha Masyarakat Kecil Menengah (FUMKM) sebagai wadah masyarakat dan para ahli bagaimana menciptakan lapangan kerja baru, berupaya memproduksi produk ekspor dan memajukan perekonomian Sumatera Barat. (*)

 Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]