300 Pekerja Proyek Kereta Cepat Asal China Dilarang Balik ke RI


Sabtu, 01 Februari 2020 - 11:42:58 WIB
300 Pekerja Proyek Kereta Cepat Asal China Dilarang Balik ke RI Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengungkapkan bahwa pihaknya melarang sementara kembalinya 300 karyawan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang merupakan warga asal China ke Indonesia.

"Pekerja kita totalnya sudah 14.000-an. Dari China hampir 2.000. Jadi yang pulang (ke China) 300," kata Chandra usai menghadiri rapat koordinasi KCJB di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Ia mengungkapkan, 300 karyawan proyek KCJB itu pulang untuk perayaan Imlek sejak akhir 2019 lalu. Ketika virus corona merebak, pihaknya pun memutuskan agar karyawan yang mudik tersebut tak kembali dulu ke Indonesia.

"Saya nggak mau bawa penyakit ke sini, buat apa? Jadi mereka yang sudah pulang jangan dulu kembali ke sini," kata Chandra.

Namun, ia belum bisa mengatakan sampai kapan karyawannya itu ditahan kembali ke Indonesia. Hingga saat ini, pihaknya masih mengikuti aturan pemerintah China untuk meliburkan seluruh kegiatan sampai tanggal 9 Februari 2020.

"Kalau kita kebijakannya mengikuti pemerintah China. Jadi sampai tanggal 9 kan diliburkan. Artinya di sana kan masih belum ada kepastian seperti apa, kita tunggu saja. Nanti menjelang tanggal itu kita lihat lagi pemerintah sana seperti apa," imbuh Chandra.

Lantas, dengan absennya 300 Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut, apakah proses pembangunan proyek KCJB terhambat?

Chandra mengatakan absennya 300 pekerja proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tak bakal mengganggu proses konstruksi.

"Enggak. Pokoknya itu seharusnya enggak terlalu banyak efek, kita akan push mereka yang bekerja, targetnya tetap," kata Chandra.

Ia menuturkan, kekosongan posisi sementara ini karena 300 pekerjanya pulang ke China untuk merayakan Imlek akan diisi oleh pekerja lokal.

"Kemarin yang pulang memang ada orangnya. Tapi kan tidak semuanya pulang. Termasuk komandan-komandannya kan nggak pulang. Memang ada pengaruh tapi kita akan coba penuhi dengan tenaga kerja lokal," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa 1 pekerja proyek KCJB yang sempat diduga terindikasi virus corona telah dinyatakan negatif. Pekerja itu pun sudah dipulangkan dari RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan kembali bekerja.

"Orang kalau dari RS sudah selesai ya suruh kerja lagi, mau ngapain lagi?" imbuh Chandra.

Meski tak dipulangkan ke China, menurut Chandra pekerja tersebut sudah jelas negatif corona. Selain itu, ia menegaskan bahwa tak ada pekerja lain yang terindikasi mengidap gejala virus corona.

"Kan kita tahu tanda-tandanya apa sih. Kalau orang nyaman kayak gini kerja ya nggak apa-apa. Kalau suhunya 38 ke atas kan baru terganggu. Kalau enggak kan orang biasa saja," papar dia.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 01 April 2020 - 18:28:14 WIB

    Gawat! 300 Siswa Lemdikpol Positif Corona

    Gawat! 300 Siswa Lemdikpol Positif Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Penyebaran Covid-19 atau virus corona kian mengkhawatirkan. Pada Rabu (1/4) pagi, 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan positif.
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 23:25:57 WIB

    Suap Pengusaha Impor Daging, Patrialis Akbar Bayar Denda Rp300 Juta

    Suap Pengusaha Impor Daging, Patrialis Akbar Bayar Denda Rp300 Juta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan eks Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar telah membayar uang Rp300 juta sebagaimana vonis yang diberikan oleh Majelis Hakim Peninjauan Kem.
  • Jumat, 07 Juni 2019 - 15:21:59 WIB

    Bentrok di Buton, 300 Polisi Jaga Perbatasan Dua Desa

    Bentrok di Buton, 300 Polisi Jaga Perbatasan Dua Desa JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mabes Polri mengirim tiga satuan setingkat kompi (SSK) atau setara dengan 300 personel Brimob untuk mengamankan perbatasan dua desa yang terlibat bentrok di Buton. Mereka akan memastikan warga d.
  • Selasa, 01 Desember 2015 - 20:21:37 WIB

    Tarif Listrik 1300-2.200 VA Naik

    JAKARTA, HALUAN — Ke­lom­pok pelanggan listrik PT PLN berdaya 1.300 dan 2.200 volt ampere (VA) bakal mengeluarkan biaya lebih besar. Mulai De­sember 2015, dua kelompok ini tak lagi menikmati subsidi. De­ngan demikian t.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]