Saking Takutnya Terinfeksi Corona, Masker Galon Dan Buah-Buahan Jadi Trend di China


Sabtu, 01 Februari 2020 - 13:09:18 WIB
Saking Takutnya Terinfeksi Corona, Masker Galon Dan Buah-Buahan Jadi Trend di China Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Virus corona telah menjadi momok bagi setiap orang. Pasalnya, virus yang menyebar dari Kota Wuhan, China telah berkembang hingga mancanegara.

Pemerintah China mengumumkan pada Sabtu (1/2/2020) virus corona telah menyebar di 21 negara dan jumlah kematian hingga 259 orang.

Dilansir dari Kompas.com virus ini sudah menyebar hingga tiga benua di dunia.

Negara-negara yang terinfeksi corona diantaranya China, India, Filipina, Italia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Australia, Singapura, Amerika Serikat, Nepal, Kanada, Kamboja, Perancis, Sri Lanka, Vietnam, Jerman, dan Finlandia.

Virus ini berkembang sangat pesat di berbagai daerah di China, hingga menginfeksi ribuan orang di China.

Setiap hari orang yang terinfeksi corona bisa bertambah hingga ribuan jiwa membuat orang-orang melakukan proteksi ekstra dengan membuat masker dari galon maupun buah.

Dilansir dari Washingtonpost.com pada Sabtu (1/2/2020) sebanyak 11.800 orang telah terpapar virus corona.

Virus yang mudah menyebar melalui kontak terhadap sesama manusia ternyata sangat meresahkan warga China.

Keresahan ini lantas menjadikan mereka ketakutan dan melakukan hal-hal ekstra untuk menjaga dirinya dari virus corona.

Ada beberapa yang menggunakan kacamata ski, kacamata berkendara, helm, dan juga galon plastik.

Proteksi menggunakan galon ini ternyata paling banyak dipilih dan telah menjadi tren.

Para penduduk Cina sepertinya sudah sangat putus asa dengan persebaran virus corona.

Bahkan, dikabarkan bahwa masker di China stoknya telah menipis dan hampir habis hingga orang-orang semakin panik.

Diketahui bahwa penggunaan masker yang efektif hanya boleh digunakan sekali.

Menipisnya persedian masker di China membuat orang-orang semakin kreatif.

Banyak dari mereka menggunakan buah-buahan bahkan pembalut sebagai pengganti masker.

Banyak yang beranggapan masker buatan sendiri ini bisa membantu mengurangi kemungkinan terkena virus corona.

Ternyata, masker yang dibuat seorang diri menggunakan buah-buahan dan plastik bekas pakai ini belum tentu efektif untuk mengurangi resiko terpapar virus corona.

Metro.co.uk memaparkan bahwa penggunaan masker alternatif tidak menutupi kemungkinan adanya virus yang tersebar melalui udara.

Misalnya saat orang-orang menggunakan galon plastik, masih dapat dilihat bahwa ada beberapa bagian yang tidak kedap udara.

Virus corona bisa saja tersebar melalui udara yang dihirup kemudian masuk ke dalam berbagai masker alternatif. (h/kmp)

 Sumber : kompas /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]