Viral Bakso Daging Tikus! Kapolres Madiun: Hasil Labor Negatif


Sabtu, 01 Februari 2020 - 16:05:50 WIB
Viral Bakso Daging Tikus!  Kapolres Madiun: Hasil Labor Negatif Polres Madiun menunjukkan hasil tes laboratorium, Sabtu (1/2/2020) (Foto: Antara)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicakson  menegaskan tudingan bakso daging  tikus di wilayahnya tidak terbukti.

Kabar mengenai bakso tikus tersebut tersebar melalui Instagram. Warung bakso tersebut milik Sugeng Riyadi di Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. 

Dugaan adanya kandungan daging tikus pada bakso yang dijualnya tersebut diketahui setelah dua pelanggan perempuan mengunggah video ke Instagram (IG) dan viral.

Video itu menerangkan adanya temuan potongan yang diduga bagian tubuh binatang pengerat itu di dalam bakso.

Kapolres mengimbau siapapun yang merasa curiga atau dirugikan akibat makanan yang tidak layak seharusnya melapor polisi. Dia mengatakan, pemilik usaha dirugikan akibat isu yang tidak benar tersebut.

"Ke depan, jika terdapat kecurigaan bahan baku makanan berbahaya pada kuliner yang dijual umum, hendaknya langsung melapor ke polisi dan bukan diviralkan. Hal itu agar tidak meresahkan masyarakat, tidak merugikan pemilik usaha, dan dapat segera ditindaklanjuti oleh polisi," ujar Ruruh, Sabtu (1/2/2020).

Polres Madiun menyatakan hasil uji laboratorium Balai Veteriner terhadap sampel bakso diduga mengandung daging tikus milik seorang penjual yang sempat viral di wilayah hukumnya dipastikan negatif.

"Hasil uji sampel bakso yang dikirim ke laboratorium Balai Veteriner di Boyolali, Jawa Tengah, adalah negatif mengandung daging tikus," kata Ruruh.

Ruruh menjelaskan sesuai hasil laboratorium, tidak ditemukan adanya kandungan daging tikus ataupun bagian tubuh lain dari hewan pengerat tersebut dalam sampel bakso yang dikirim petugas ke Balai Veteriner.

"Selain negatif daging tikus, sampel yang diteliti di laboratorium juga dinyatakan bebas bahan berbahaya seperti boraks dan formalin," katanya.

Dia menyebut selain menguji kandungan sampel bakso, tim peneliti di Balai Veteriner Boyolali juga membandingkan video yang menunjukan potongan mirip kaki tikus yang ditemukan pelanggan pada bakso yang dibelinya dengan struktur kaki tikus yang sebenarnya.

"Hasilnya, terdapat tiga hal perbedaan yang menyimpulkan bahwa potongan itu bukan kaki tikus melainkan bagian dari organ dalam mulut sapi," kata Ruruh.

Ketiga perbedaan tersebut adalah, pertama, potongan diduga kaki tikus yang ada pada sampel bakso tidak terdapat kuku, sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli terdapat kuku.

Kedua, potongan diduga kaki tikus yang ada pada sampel bakso tidak terdapat telapak kaki, sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli ada telapak kaki. Ketiga, pada potongan diduga kaki tikus yang ada pada sampel bakso tidak terdapat tulang, sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli ada tulangnya. (*)

 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]