BREAKINGNEWS: Takut Ketularan Virus Corona, Warga Tolak Natuna Dijadikan Lokasi Observasi WNI dari Cina


Sabtu, 01 Februari 2020 - 17:06:15 WIB
BREAKINGNEWS: Takut Ketularan Virus Corona, Warga Tolak Natuna Dijadikan Lokasi Observasi WNI dari Cina Warga Natuna menggelar aksi penolakan atas ditetapkannya Lanud RSA Natuna sebagai lokasi Observasi WNI yang dievakuasi dari Cina.

NATUNA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah pusat telah menetapkan kawasan Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna sebagai lokasi Observasi WNI yang baru dijemput dari Wuhan, Cina.

Rencananya sebanyak 250 orang WNI akan diobservasi selama empat belas hari ke depan di salah satu hanggar di kawasan Lanud RSA Natuna.

"Ini setandar WHO. Seluruh negara yang memulangkan warga negaranya dari Cina harus diobeservasi di tempat khusus selama.14 hari terlebih dahulu baru boleh dikembalika  ke keluarga maupaun masyarakat," kata Kepala BNPB Letjen TNI, Doni Monardo di Natuna, Sabtu (1/2).

Ia menjelaskan, Natuna dipilih sebagai lokasi observasi karena Natuna dinilai memenuhi standar untuk melakukan observasi terhadap warga yang dijemput dari Cina.

Natuna dianggap tepat karena ditinjau dari berbagai sisi mulai dari letak Lanud yang berjauhan dari pemukiman warga, juga karena Lanud RSA memiliki kawasan yang luas. Jarak antara lokasi obeservasi dengan pemukiman warga diperkirakan sekitar 5 - 6 kilo meter.

"Kami sudah mencari lokasi diberbagai daerah sampai ke Biak, Papua sana, tapi Natuna yang paling pas," terangnya.

Sementara warga Natuna, secara saklek dan tegas menolak kegiatan itu karena mereka takut terjangikit oleh virus mematikan itu.

"Kenapa tidak di kapal perang aja kegiatan itu. Kami takut ketular, kami menolak kegiatan semacam ini apapun nama dan alasannya," kata salah seorang juru bicara Pemdemo. 

Bagi mereka virus itu sangat menakutkan karena selain virusnya ganas, warga juga tidak memiliki sistem safety yang memadai.

"Kami tidak punya pakean austronaot untuk melindungi diri kami dari virua itu," teriang seprang pendemo lainnya seraya mendapatkan tanggapan yang ramao dari seluruh pendemo.

Dr. Gustian selaku perwakilan dari BNPB yang turut menerima para pendemo berupaya menjelaskan bahwa WNI yang akan dibawa ke Natuna itu adalah orang-orang yang sehat dan sudah dinyatakan steril dari virus itu.

"Karena pemerintah Cina tidak mengizinkan sama sekali siapapun dari manapun ia keluar dari Natuna. Bila seseorang dinyatakan terjangkit maka ia tetap ditahan di Cina," terangnya.

Ia melanjutkan, kegiatan yang dilakukan pemerintah hanya bersifat obesrvasi saja, sehingga kegiatan yang dilakukan hanya sebatas proses inkubasi selama beberapa hari kedepan.

Ia juga menjamin keamanan masyarakat dari gangguan yang tidak diinginkan seperti yang dikhawatirkan kebanyakan orang saat ini.

"Kami jamin ini aman, orang itu akan diinkubasi di Lanud dan orang-orang itu sehat semua, nanti kami yang nyambut mereka bersama pak Menteri Kesehatan. Bapak - ibu bisa saksikan sendiri kami akan salaman dengan mereka tanpa sarung tangan. Dan petugas medis kami nanti tak ada satupun yang akan menggunakan pakaian austronot. Kami jamin itu," tegasnya.

Namun begitu, pendemo tidak bisa menerima penjelasan-penjelasan itu karena mereka merasa sudah maphum dengan penjelasan yang disampaikan.

"Kami sudah tahui itu semua pak. Kami tidak bisa menerima, kami menolak semua ini," ucap pendemo. (*)

Reporter : Fat /  Sumber : Haluankepri.com /  Editor : DavidR
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]