Tak Seperti Dulu, Kini Driver Ojol Cuma Bisa Kantongi Rp 5 Juta/Bulan


Ahad, 02 Februari 2020 - 12:10:17 WIB
Tak Seperti Dulu, Kini Driver Ojol Cuma Bisa Kantongi Rp 5 Juta/Bulan ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Keberadaan driver ojek online (ojol) saat ini jadi jenis pekerjaan baru di Indonesia. Jumlahnya terus bertambah hingga menyebabkan persaingan makin ketat, sehingga order alias pesanan ojek pun makin sulit didapat.

Hal itu dirasakan oleh pengemudi Gojek Maryanto (54), saat ini ia hanya bisa dapat uang Rp 150 ribu/hari atau sekitar Rp 4,5- 5 juta/bulan. Berbeda saat dulu driver ojol masih sedikit, ia bisa meraup penghasilan Rp 10 juta/bulan.

"Posisi driver sekarang makin banyak. Dulu awal-awal (2015) sampai 2018 sebulan tuh Rp 9-10 juta bisa dapat. Sekarang paling Rp 4,5 - 5 juta itu juga kotor. Sehari Rp 150 ribu, bersihnya Rp 100 ribu," kata Maryanto dilansir dari detikcom, Selasa (28/1/2020).

Selain itu, penyebab lain seperti seringnya aplikasi yang error membuatnya semakin sedikit mendapatkan penumpang. Maryanto cerita, jika aplikasi error hanya bisa menarik 3-4 penumpang. Dari penghasilan itu hanya habis untuk keperluan pribadinya.

"Nggak bisa diprediksi (penghasilan) karena kalau aplikasi lagi error sehari bisa cuma 3-4 orderan, habis buat bensin sama rokok doang. Kalau online tuh misalnya kita keluar jam 06.00 WIB, sampai jam 10.00 WIB kita nggak ada orderan masuk itu pendapatan pasti berkurang jauh. Soalnya waktunya sudah kepotong," terangnya.

Lebih lanjut, Maryanto bilang, jika mau menghasilkan pendapatan yang banyak ia harus bersiap 1 x 24 jam di pinggir jalan.

"Kalau dulu pagi keluar, jam 12.00 WIB kita bisa pulang istirahat. Nanti abis ashar kita baru keluar lagi sampai jam 23.00 WIB. Kalau sekarang mah mesti nongkrong dipinggir jalan," ucapnya.

Penurunan pendapatan sebagai driver ojol juga dirasakan pengemudi Grab yang sudah bekerja 4 tahun bernama Dadang (40), ia mengatakan untuk mendapat Rp 150 ribu/hari saja sulit saat ini. Padahal dulu ia bisa mendapatkan Rp 500 ribu/hari.

"Beda jauh (penghasilan). Dulu sehari bisa Rp 400 - 500, sebulan kita bisa pegang Rp 6-7 juta (bersih). Kalau sekarang sehari nyari Rp 150 aja susah. Kadang dapat, kadang lebih, kadang kurang, nggak tentu," kata Dadang. (h/dtk)

 Sumber : detikNews /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 02 April 2020 - 19:11:47 WIB

    MUI Jelaskan Hukum Tak Salat Jumat 3 Kali Berturutan Karena Virus Corona

    MUI Jelaskan Hukum Tak Salat Jumat 3 Kali Berturutan Karena Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Ulama Indonesia atau MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa selama ada virus corona atau COVID-19, Sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Zuhur di rumah. Lalu bagaimana jika tidak sholat Jumat.
  • Kamis, 02 April 2020 - 19:02:27 WIB

    Jokowi Tak Larang Masyarakat Mudik, Luhut Ungkap Alasannya

    Jokowi Tak Larang Masyarakat Mudik, Luhut Ungkap Alasannya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak melarang mudik Lebaran tahun ini. Meskipun jika dilakukan ada kemungkinan konsekuensinya. Lalu apa alasan Jokowi memperbolehkan mudik di tengah wabah .
  • Rabu, 01 April 2020 - 11:23:04 WIB

    Diberi Sekarung Beras, Sopir Taksi: Kami Kesusahan, Terimakasih Pak Prabowo!

    Diberi Sekarung Beras, Sopir Taksi: Kami Kesusahan, Terimakasih Pak Prabowo! NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Sebuah video menunjukkan beberapa sopir taksi mendapatkan sekarung beras. Para sopir taksi yang sedang mangkal itu tidak tahu dari siapa yang memberikan beras itu. Namun, ketika disebutkan nama p.
  • Rabu, 01 April 2020 - 07:48:36 WIB

    Berlaku Besok, Orang Asing Tak Boleh Lagi Masuk Indonesia

    Berlaku Besok, Orang Asing Tak Boleh Lagi Masuk Indonesia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly resmi melarang warga negara asing (WNA) masuk maupun transit di wilayah Indonesia dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19)..
  • Rabu, 01 April 2020 - 07:25:59 WIB

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak menggunakan kebijakan darurat sipil dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM