Redam Penolakan Warga, 250 Brimob Polda Kepri Dikirim ke Natuna


Ahad, 02 Februari 2020 - 13:31:09 WIB
Redam Penolakan Warga, 250 Brimob Polda Kepri Dikirim ke Natuna Suasana di Bandara Hang Nadim, Batam menjelang kedatangan WNI yang dievakuasi dari Cina. Tampak anggota kepolisian datang. Ahad, 2 Februari 2020. TEMPO

BATAM, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 250 anggota Brimob Polda Kepulauan Riau dikirim ke Natuna dalam rangka pengamanan menjelang observasi ratusan WNI yang baru dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.
 
Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Harry Goldenhardt mengatakan dikirimnya ratusan anggota Brimob itu bertujuan untuk membantu TNI dan Polres Natuna yang lebih dulu melakukan penjagaan. “Selain untuk penjagaan, anggota Brimob yang dikirim juga akan melakukan dialog dengan masyarakat setempat terkait dikarantinanya ratusan WNI yang baru dievakuasi dari Cina,” kata dia, Ahad, 2 Februari 2020.
 
Sejauh ini, menurut Harry, pihaknya berharap proses transit dan evakuasi yang dilakukan dapat berjalan lancar. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh WNI yang baru dievakuasi itu merupakan saudara seluruh masyarakat Indonesia. 
 
“Selain itu, perlu diingat juga bahwa ada saat berangkat dari Wuhan, mereka semua sudah dinyatakan sehat oleh otoritas setempat maupun Kementerian Kesehatan,” kata Harry.
 
Disinggung mengenai adanya penolakan proses observasi di Natuna oleh masyarakat setempat, Harry mengaku pihaknya akan terus melakukan dialog untuk memberi pemahaman bahwa proses evakuasi dan karantina yang dilakukan sudah memenuhi standar, baik dari Kemenkes dan pemilihan tempat yang jauh dari permukiman warga.

“Saya nyatakan Natuna dalam keadaan kondusif. Penolakan memang ada, tapi saat ini sedang ada proses dialog bersama masyakarat terkait permasalahan itu. Karena langkah yang diambil pemerintah saat ini sudah melalui perhitungan dan pengkajian yang betul-betul matang,” kata Harry.
 
Adapun sebanyak 250 anggota Brimob Polda Kepri yang dikirim ke Natuna akan memberikan pengamanan sampai masa observasi yang diberikan pemerintah selesai, yakni selama 14 hari. (h/tmp)

 Sumber : Tempo /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 17 Januari 2020 - 11:59:08 WIB

    Isyarat Cemburu Jokowi, Meredam Anies dan Mengangkat Sandiaga

    Isyarat Cemburu Jokowi, Meredam Anies dan Mengangkat Sandiaga JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo menyinggung nama Sandiaga Uno sebagai tokoh yang berpeluang menjadi presiden pada 2024. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat bertamu di acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia .
  • Senin, 30 September 2019 - 11:49:24 WIB

    Redam Konflik di Wamena, Jokowi Minta Semua Pihak Tahan Diri

    Redam Konflik di Wamena, Jokowi Minta Semua Pihak Tahan Diri JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menahan diri untuk menghindari konflik horizontal yang bias meluas di Kota Wamena, Papua. Pernyataan Presiden tersebut menyikapi kerusuhan yang menimbulka.
  • Sabtu, 18 Mei 2019 - 23:44:28 WIB

    Redam Suhu Politik, Muhaimin Serukan Jokowi Bertemu Prabowo

    Redam Suhu Politik, Muhaimin Serukan Jokowi Bertemu Prabowo JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar mengajak semua tokoh dan elemen bangsa ini untuk merajut tali kebersamaan dan persatuan pasca Pemilu 2019. Bahkan dia menyerukan kepada Presiden Jokowi untuk ber.
  • Jumat, 27 Mei 2016 - 03:47:58 WIB
    Perppu No 1 2016 Diapresiasi

    Tiga Poin Penting Redam Kejahatan Seksual

    JAKARTA, HALUAN — Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengapresiasi penerbitan Perppu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perppu ini berisi tentang pemberatan hu.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]