Natuna Memanas, Aksi Massa Tolak WNI dari Wuhan Berujung Rusuh


Ahad, 02 Februari 2020 - 16:06:46 WIB
Natuna Memanas, Aksi Massa Tolak WNI dari Wuhan Berujung Rusuh Warga Natuna membakar ban menolak kedatangan WNI dari Wuhan. (Foto: dok. Istimewa)

NATUNA, HARIANHALUAN.COM -- Ratusan WNI dari Wuhan, Provinsi Hubei, China yang sebelumnya transit di Batam saat ini telah tiba di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (2/2/2020).

Dua pesawat milik TNI AU jenis Boeing 737 sudah mendarat Ranai. Dua pesawat mendarat pukul 11:22 WIB dan 11:05 WIB. Gelombang terakhir akan datang menggunakan Pesawat Hercules.

Ada sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Mereka sebelumnya dijemput dengan Maskapai Batik Air dari Wuhan ke Batam. Dari Batam petugas yang dilengkapi dengan pakaian pengamanan memindahkan mereka menuju dua pesawat Boeing 737 milik TNI AU dan satu pesawat Hercules.

Ratusan WNI dari Wuhan itu akan diobservasi di hanggar Lanud Raden Sadjad, Ranai Kabupaten Natuna yang direncanakan selama 14 hari. Di dalam hanggar sudah didirikan tenda dan peralatan medis.

Dari 245 WNI di Wuhan, sebanyak 238 yang dievakuasi, sisanya menolak dan ada yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Wuhan.

Massa yang khawatir dengan virus corona ini menjadi tak terkendali. Mereka dihantui terjangkit virus mematikan itu.

Demonstrasi pecah selama dua hari. Bahkan Minggu (2/2/2020) pagi, kericuhan terjadi di dekat Bandara Raden Sadjad persisnya di depan Mako Lanal Ranai. Aksi massa menentang kedatangan evakuasi WNI Wuhan. Para pendemo membakar ban di lokasi.

"Informasinya yang saya terima demikian (bakar ban)," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Minggu (2/2/2020).

Harry menyebut personel TNI dan Polri yang berjaga di lokasi tengah melakukan dialog dengan warga yang berunjuk rasa. Situasi di lokasi menurutnya sudah berangsur kondusif.

"Ya itu kan dinamika yang terjadi di sana. Seluruh pemangku kepentingan di sana, TNI-Polri sedang membangun dialog dengan warga masyarakat di sana," ujarnya.

Harry mengatakan Kapolres Natuna turut terjun ke lokasi untuk melakukan dialog dengan warga. Situasi saat ini berangsur kondusif meski masyarakat di Natuna terus menyuarakan penolakan kedatangan WNI dari Wuhan.

"Masih dilakukan pendekatan dan dialog oleh petugas keamanan di sana. Bapak Kapolres Natuna berada di lokasi untuk berdialog dengan masyarakat dan memberikan pemahaman," jelas Harry.

"Situasi cenderung kondusif ya, masih kondusif. Memang ada penolakan warga, ya, tapi ini masih dilakukan dialog," imbuhnya. (*)

 Sumber : Detik /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]