WNI di China Terjangkit Corona, Ini Nomor Hotline yang Bisa Dihubungi


Senin, 03 Februari 2020 - 09:16:06 WIB
WNI di China Terjangkit Corona, Ini Nomor Hotline yang Bisa Dihubungi Proses penyambutan WNI dari China. Foto/Kemenlu.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Perwakilan RI Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Hong Kong terus memantau kondisi WNI di berbagai wilayah di Tiongkok. Bagi WNI di Tiongkok yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi nomor Hotline di bawah ini.

Hotline Kemlu: +62 812 90070027/ [email protected]

Hotline Kemenkes: 1500-567/ [email protected]

Hotline KBRI Beijing +8610 6532 5486;

Hotline KJRI Shanghai +861356 44 06 540; 

Hotline KJRI Guangzhou +86185 203 75005; 

Hotline KJRI Hong Kong +852 67730466/+852 5294 4184; 

Dilansir dari lamam resmi Kemenlu, Senin (3/2/2020), bagi WNI di Taiwan yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Hotline KDEI Taipei di +886 9011 32000.

Bantuan Perwakilan RI juga dapat diakses melalui aplikasi Safe Travel yang diunduh gratis di Android dan iOS.

Diketahui, sebanyak total 243 orang berhasil dikembalikan ke Tanah Air oleh Tim Pemulangan Pemerintah Indonesia pada 2 Februari 2020. Mereka terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami WNI), serta 5 anggota Tim Aju KBRI Beijing. Keseluruhan penumpang telah tiba dengan selamat di Natuna.

Sesuai protokol kesehatan, seluruh penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan berlapis baik yang dilakukan otoritas kesehatan RRT maupun Tim Dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam keadaan sehat.

Saat transit di Batam dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan dinyatakan seluruhnya dalam kondisi sehat.

Pada proses menjelang kepulangan, terdapat 4 WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Tiongkok karena alasan keluarga dan 3 WNI tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang.

KBRI Beijing terus menjalin komunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan berkoordinasi dengan pihak asrama universitas serta otoritas RRT untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang mereka perlukan. Kemlu juga telah menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia.

Setiba di Natuna, para penumpang menjalani proses observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad. (*)

 Sumber : Kemlu /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]