Gara-gara Corona? Rupiah Anjlok dan Harga Emas Terjun Bebas


Senin, 03 Februari 2020 - 10:49:57 WIB
Gara-gara Corona? Rupiah Anjlok dan Harga Emas Terjun Bebas Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.690 per dolar AS atau sebesar 0,30 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (3/2) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.655 per dolar AS pada penutupan pasar, Jumat (31/1) lalu.

Tak hanya rupiah, pagi ini mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 0,32 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, dan yen Jepang 0,07 persen.

Selanjutnya, dolar Singapura serta dolar Hong Kong melemah 0,02 dan 0,03 persen. Di sisi lain, penguatan terjadi pada lira Turki sebesar 0,06 persen, diikuti baht Thailand yang menguat 0,07 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan dolar Kanada melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,21 dan 0,05 persen, dan euro melemah 0,08 persen. Sementara, hanya dolar Australia yang menguat 0,11 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah pagi ini disebabkan oleh sentimen Virus Corona yang semakin menyebar.

"Kabar bertambahnya penyebaran Virus Corona di China dan global memicu kembalinya kekhawatiran pasar sehingga harga aset-aset berisiko mengalami penurunan," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (3/2).

Menurut Ariston, perekonomian China dapat melambat, dan berpotensi turut melambatkan laju pertumbuhan ekonomi global.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ariston mengatakan bahwa Bank Sentral China telah melakukan stimulus dengan menyuntikkan dana ke pasar repo sebesar 1,2 triliun yuan pada pagi ini.

Diharapkan, kebijakan tersebut menahan laju penurunan aset berisiko dan penurunan yield obligasi pemerintah AS, yang sekarang berada di kisaran 1,5 persen.

"Sehingga, bisa menahan laju penguatan dolar AS terhadap mata uang emerging markets," ujar Ariston.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.630 hingga Rp13.680 per dolar AS pada hari ini.


Harga Emas Melemah
Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau Antam berada di posisi Rp779 ribu per gram pada Senin (3/2) atau melemah Rp2.000 dari Rp781 ribu pada Sabtu (1/2). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp1.000 ke Rp696 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp415 ribu, 2 gram Rp1,51 juta, 3 gram Rp2,24 juta, 5 gram Rp3,72 juta, 10 gram Rp7,38 juta, 25 gram Rp18,35 juta, dan 50 gram Rp36,63 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp73,2 juta, 250 gram Rp182,75 juta, 500 gram Rp365,3 juta, dan 1 kilogram Rp720,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.587,9 per troy ons atau turun tipis 0,08 persen. Sementara harga emas di perdagangan spot hanya turun 0,37 persen ke US$1.583,27 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan laju harga emas masih diselimuti sentimen penyebaran virus corona. Jumlah korban maupun pasien terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China itu terus bertambah.

"Virus corona masih menjadi kekhawatiran pasar yang mendorong pelaku pasar masuk ke aset aman," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Meski melemah, ia memprediksi harga emas Antam masih dapat bergerak naik. Pasalnya, harga emas di pasar spot internasional masih menyentuh kisaran di US$1.580 per troy ons.

"Ada kemungkinan harga Antam naik hari ini," ucapnya.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 08 Mei 2020 - 19:52:46 WIB

    Pemerintah 'Bokek' Gara-gara Corona? Begini Tanggapan Sri Mulyani

    Pemerintah 'Bokek' Gara-gara Corona? Begini Tanggapan Sri Mulyani JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah rumor yang beredar di publik bahwa pemerintah pusat tidak memiliki dana karena kebutuhan penanganan pandemi virus corona atau covid-19. Ia mengklaim.
  • Kamis, 07 Mei 2020 - 11:32:52 WIB

    Waduh! Gara-gara Corona, Produsen Boneka Barbie Rugi Rp3,1 Triliun

    Waduh! Gara-gara Corona, Produsen Boneka Barbie Rugi Rp3,1 Triliun BISNIS, HARIANHALUAN.COM -- Mattel melaporkan kerugian sebesar US$210,7 juta atau Rp3,1 triliun (kurs Rp15.142 per dolar AS) pada kuartal I 2020. Perusahaan yang memproduksi Barbie ini mengalami kerugian karena terdampak viru.
  • Selasa, 05 Mei 2020 - 13:04:33 WIB

    Gara-Gara Corona, 37 Juta Orang RI Diprediksi Jatuh Miskin

    Gara-Gara Corona, 37 Juta Orang RI Diprediksi Jatuh Miskin JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Jumlah kemiskinan di Indonesia diprediksi bakal melonjak akibat adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Prediksi itu dikemukakan oleh lembaga think-tank independen Center of Reform on Economics (CO.
  • Selasa, 21 April 2020 - 17:15:58 WIB

    Dua Maskapai Ini di Ambang Kebangkrutan Gara-gara Corona

    Dua Maskapai Ini  di Ambang Kebangkrutan Gara-gara Corona JAKARTA, HARIAHALUAN.COM - Maskapai Virgin Australia dan Atlantic kolaps akibat pandemi Corona. Pemilik, Richard Branson menawarkan pulau pribadinya sebagai jaminan..
  • Rabu, 08 April 2020 - 12:16:03 WIB

    Ramayana PHK 87 Karyawan Gara-gara Corona

    Ramayana PHK 87 Karyawan Gara-gara Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali melanda Tanah Air. Kini, giliran PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang melakukan PHK atas 87 karyawan tetap di Ramayana City Plaza Depok, Jawa Barat..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]