Senandung Pilu Batang Piruko..! Dulu Jernih, Sekarang Keruh


Senin, 03 Februari 2020 - 11:20:27 WIB
Senandung Pilu Batang Piruko..! Dulu Jernih, Sekarang  Keruh Sungai Batang Piruko yang membentang di Wilayah Koto Baru yang merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat sekitar. (FB.Amien Trt)

DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.COM- Salah seorang warga Tarantang, Kecamatan Koto Baru, keluhkan keruhnya air Sungai Batang Piruko.

"Kenapa air Batang Piruko tak kunjung jernih," tulis akun FB Amien Trt.

Amien  melaui medsos  menyampaikan keluhan dan kritikan kepada pemerintah, bahwa aliran Sungai Batang Piruko merupakan salah satu sumber air bagi warga sekitar, apalagi waktu musim kering. Di sungai itu katanya, juha tempat memancingnikan bagi warga.

Sungai Batang Piruko yang membentang di wilayah Kecamatan Koto Baru, memang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat, pasalnya air Sungai tersebut merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, drg.Erina, yang dikonfirmasi Haluan melalui WA nya terkait keruhnya air sungai, menjelaskan, bahwa keruhnya air sungai disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya, akibat curah hujan yang tinggi, penambangan liar, penebangan liar, dan lain sebagainya.

Ada beberapa faktor katanya sudah tidak termasuk liding sektor DLH lagi, namun DLH bertugas untuk mensosialisasikan akibat akibat buruk dari pelanggaran pelanggaran UU, manfaat air bersih dan menjaga lingkungan hidup secara keseluruhan.

Upaya sosialisasi yang sudah dilakukannya kata dokter gigi ini, melalui baliho baliho, spanduk spanduk atau sosialisasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan pemerintah.

Ia juga meluruskan bahwa UU yang mengatur tentang lingkungan hidup adalah UU 32 tahun 2009ndan bukan UU 23 sebagaimana yang dikomentari oleh salah satu akun FB warga masyarakat itu.

Kemudian ulasnya, upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka untuk menjaga lingkungan dan menjernihkan air adalah dengan memanfaatkan dan menanam bekas lahan tambang dengan berbagai tumbuhan atau pohon pohon.

Salah seorang tokoh masyarakat Koto Baru yang juga mantan anggota DPRD Dharmasraya, H Eri Antoni, mengatakan bahwa, masalah Sungai Batang Piruko bukan masalah baru, ia sejak menjadi anggota DPRD Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dulunya, sudah berteriak kepada pemerintah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung agar memperhatikan lingkungan hidup terutama Sungai Batang Piruko yang merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat.

Tapi katanya, akhir akhir ini air Batang Piruko sudah lumayan bersih dibanding dulunya, mungkin katanya upaya upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah mengena, seperti penanaman pohon di bekas lahan tambang dan sebagainya itu.

 

"Saya melihat air Sungai Batang Piruko sudah lebih baik dari sebelumnya, dan bahkan sudah banyak warga yang memancing ikan di sungai tersebut," kata Ketua KONI ini.(h/mdi)

Reporter : MARYADI /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]