Banyak Negara Tolak Kunjungan Warganya, China Marah!


Senin, 03 Februari 2020 - 14:05:54 WIB
Banyak Negara Tolak Kunjungan  Warganya, China Marah! Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam.ANTARA FOTO/M N Kanwa

BEIJING,HARIANHALUAN.COM- Pemeritah China benar-benar marah  akibat semakin banyak negara yang tak memberi izin bagi warga negara China  datang  dan menangguhkan penerbangan dari negara Tirai Bambu itu.
 

China bahkan   membandingkan  pelarangan gtersebut  dengan peristiwa Holocaust.

Pelaksana Tugas (Plt) Duta Besar China untuk Israel, Dai Yuming, membandingkan apa yang dialami warga negara China di berbagai negara dengan peristiwa Holocaust.

Dalam sebuah pengarahan kemarin di Tel Aviv dia mengatakan; “Jutaan orang Yahudi terbunuh, dan banyak, banyak orang Yahudi yang ditolak ketika mereka mencoba mencari bantuan dari negara lain. Hanya sangat, sangat sedikit negara yang membuka pintu mereka, dan di antara mereka adalah China," katanya, seperti dikutip dari
SBS.com.au, Senin (3/2/2020).

Dia juga menyalahkan apa yang dia sebut sebagai "berita palsu" sebagai faktor banyak negara membuat pembatasan seperti itu.

Dai dalam menceritakan peritiwa Holocaust mengklaim bahwa Shanghai di masa silam menawarkan perlindungan kepada sekitar 20.000 orang Yahudi yang melarikan diri dari Eropa.

Sebenarnya, alasan ribuan orang Yahudi kala itu dapat masuk Shanghai bukan semata-mata karena kemurahan hati China, namun karena pemerintah China di masa itu tidak mengontrol internal Shanghai karena fakta bahwa kota itu adalah kota pelabuhan hasil sebuah perjanjian dengan status ekstra teritorial. Kota status seperti itu adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang bisa dijangkau orang Yahudi tanpa harus mendapatkan visa.

Ini bukan pertama kalinya China menggunakan perbandingan Holocaust untuk mengekspresikan ketidaksenangannya. Media pemerintah China tahun lalu menyindir bahwa pengunjuk rasa Hong Kong bertindak seperti Nazi dengan membagikan sebuah puisi ala "First They Came" karya Martin Niemöller, seorang pendeta Jerman yang secara terbuka menentang Adolf Hitler dan dikirim ke kamp konsentrasi. Perbandingan itu dikritik habis-habisan.

China mungkin menyadari bahwa pihaknya melangkah terlalu jauh dengan perbandingan Holocaust kali ini. 

Kedutaan Besar China di Israel kemudian meminta maaf atas pernyataan Dai, dan mengatakan; "Tidak ada niat apa pun untuk membandingkan hari-hari gelap Holocaust dengan situasi saat ini dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Israel untuk melindungi warganya." (*)

 Sumber : Sindonews /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]