Jadi Korban Perdagangan Manusia, Tiga WNA Bangladesh Diamankan di Kantor Imigrasi Agam


Senin, 03 Februari 2020 - 19:39:11 WIB
Jadi Korban Perdagangan Manusia, Tiga WNA Bangladesh Diamankan di Kantor Imigrasi Agam WNA asal Bangladesh ditahan Kantor Imigrasi Agam sebelum dideportasi, Senin (3/2). YURSIL

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Kantor Imigrasi Non TPI Agam kembali mengamankan tiga orang WNA asal Bangladesh yang diduga menjadi korban human traficking (perdagangan manusia) oleh salah satu agen travel yang beralamat Pekanbaru Provinsi Riau.

Sebelum diamankan di ruang detensi Kantor Imigrasi Agam, ketiga WNA tersebut, Nurul Mustafa (25), Delwar (33) dan Muhammad Shahjahan (42). Mereka ditangkap anggota Polres Bukittinggi di salah satu rumah di Kuruak Salo Kec. Baso Kab. Agam, Selasa (28/1).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Non TPI Agam melalui Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kantor Imigrasi Agam, Dennil Jumanson Naibaho mengatakan, ketiga WNA asal Bangladesh itu diduga korban perdagangan manusia. Mereka akan diselundupkan ke Malaysia via Pekanbaru melalui jalur tikus.

Tujuan mereka ke Malaysia mencari pekerjaan, namun terlebih dulu transit di Indonesia. Selama berada di Indonesia mereka tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak memiliki biaya hidup selama di Indonesia.

Menurut mereka, selama dua hari berada di Baso, mereka merasa disekap, paspor dan hp mereka di sita pemilik rumah dan mereka tidak boleh ke luar rumah.

Merasa ada yang tidak beres, rekan mereka Nurul Mustafa mencoba menghubungi pihak kepolisian dengan hp lain yang tidak ikut disita. Akhirnya, informasi tersebut sampai ke Polres Bukittinggi dan langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

"Ketiga WNA itu, berangkat dari negaranya dengan tujuan Indonesia, mereka mendarat di Bali dan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi melalui jalur darat," kata Jumanson didampinggi Kasi Wasdakim Deny Haryadi, Senin (3/2) sore.

Ia menjelaskan, Nurul Mustafa pemegang pasport Bangladesh, masuk Indonesia melalui Bandara Denpasar, 22 Januari lalu, dengan bebas visa kunjungan berlaku hingga 21 Feb 2020.

Delwar pemegang pasport Bangladesh, masuk ke Indonesia melalui Bandara Denpasar 23 Januari lalu, dengan bebas visa kunjungan berlaku hingga 22 Feb 2020,

Kemudian, Mohammad Shahjahan pemegang paspor Bangladesh masuk ke Indonesia melalui Bandara Denpasar 23 Januari lalu, dengan bebas visa kunjungan berlaku hingga 22 Feb 2020.

"Diantara mereka itu tidak saling kenal, mereka berkenalan setelah sampai di Bali dan mereka sempat disekap selama dua hari di sana sebelum diberangkatkan ke Sumbar," katanya.

Selama perjalanan dari Bali ke Sumbar mereka di kawal beberapa pria. Sampai di Solok mereka dijemput oleh Iswandi sopir travel dari Pekanbaru, selanjutnya dibawa ke daerah Baso. Kemudian, mereka ditangkap anggota Polres Bukittinggi dan diserahkan ke Kantor Imigrasi pada tanggal 29 Januari lalu.

"Nurul Mostafa telah dideportasi ke negara asalnya tanggal 30 Januari lalu. Sedangkan dua orang lagi akan dideportasi pada tanggal 6 Februari mendatang. Mereka dideportasi karena tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak memiliki biaya hidup selama berada di Indonesia," ungkap Deny Haryadi.

 

Ia menambahkan, diduga ketiga WNA itu sebelumnya telah bermasalah juga di Malaysia, sehingga mereka masuk negara itu tidak secara legal namun melalui jalur tikus via Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sementara itu, Mohammad Shahjahan mengakui pernah bekerja di Malaysia sejak tahun 2007 hingga 2019, namun ia tidak menjelaskan kenapa dia keluar dari Malaysia.

"Saya ingin bekerja di Malaysia, dengan kejadian ini, saya tidak mau lagi ke Malaysia, saya ingin pulang ke Bangladesh," katanya dalam logat Melayu. (h/ril)

Reporter : Yursil /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Juni 2020 - 12:14:43 WIB

    Dalam Enam Bulan, 8 Kebakaran Terjadi di Padang Pariaman

    Dalam Enam Bulan, 8 Kebakaran Terjadi di Padang Pariaman HARIANHALUAN.COM - Kasatpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elvis Candra minta masyarakat harus tetap hati-hati terhadap bahaya api agar terhindar dari petaka yang tak diinginkan, seperti kebakaran misalnya..
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 08:09:40 WIB

    Potong Uang Bantuan, Istri Kades Jadi Tersangka

    Potong Uang Bantuan, Istri Kades Jadi Tersangka HARIANHALUAN.COM - Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi menetapkan dua tersangka kasus pemerasan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga terdampak Covid-19 di Desa Buluhduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumater.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 13:26:25 WIB

    Ditetapkan Tersangka, Dwi Sasono Mengaku Jadi Korban

    Ditetapkan Tersangka, Dwi Sasono Mengaku Jadi Korban HARIANHALUAN.COM - Artis peran Dwi Sasono meminta masyarakat tak menilai dirinya sebagai tersangka tindak kriminal karena terjerat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Ins.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 09:00:29 WIB

    Jadi Korban Hoaks, Mulyadi Curigai Terkait Pilkada Sumbar 

    Jadi Korban Hoaks, Mulyadi Curigai Terkait Pilkada Sumbar  HARIIANHALUAN.COM - Anggota DPR Mulyadi mengapresiasi langkah tim Siber Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang berhasil dengan cepat mengungkap akun palsu yang menyebarkan ujaran kebencian terhadapnya. Menurut Mulyadi langkah cep.
  • Kamis, 28 Mei 2020 - 21:09:55 WIB

    6 Masjid Ini jadi Sasaran Aksi Pencurian Kotak Amal Residivis Narkotika

    6 Masjid Ini jadi Sasaran Aksi Pencurian Kotak Amal Residivis Narkotika HARIANHALUAN.COM - Residivis narkotika yang melakukan pencurian uang kotak amal di beberapa masjid di Kota Padang, berhasil diringkus Kepolisian Sektor Lubuk Begalung pada Jumat 22 Mei lalu..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]