Biji Kopi Arabica Solsel Diminati Dunia, Tapi Minim Pelaku Usaha


Rabu, 05 Februari 2020 - 15:03:53 WIB
Biji Kopi Arabica Solsel Diminati Dunia, Tapi Minim Pelaku Usaha Salah satu prosesor kopi jenis Arabica milik Ketua Asosiasi Kopi Minang, Attila Majidi Dt.Sibungsu.

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Biji Kopi (green bean, red) jenis Arabica asal Sumbar, Kabupaten Solsel diminati masyarakat dunia. Akan tetapi belum mampu memenuhi permintaan pasar dunia dikarenakan keterbatasan jumlah pelaku usaha prosesor kopi.

Seperti diungkapkan, Ketua Asosiasi Kopi Minang, Attila Majidi Dt.Sibungsu pada Harianhaluan.com, Rabu (5/2). Prosesor kopi adalah orang atau pelaku usaha yang memproses buah kopi basah menjadi green bean.

Menurutnya, Biji Kopi asal Solsel disukai masyarakat dunia disebabkan memiliki rasa khas Kayu Manis (Cinnamon) dan rasa Teh (Tea Like). "Permintaan di Amerika sekitar 20 ton per-bulan dan di Australia 2 ton per-bulan. Jumlah ini belum bisa terpenuhi karena keterbatasan prosesor kopi," katanya.

Ia menyatakan, dari enam prosesor kopi di Solsel hanya mampu menghasilkan sekitar 1,2 ton biji kopi (green bean) jenis Arabica per-bulan. Dengan luas tanam 900 ha untuk kopi Arabica di Solsel dan area terluas di Sumbar. "Jangankan untuk Solsel, Sumbar saja belum bisa memenuhi permintaan itu. Artinya, kita berhasil memperkenalkan khas kopi namun belum bisa memenuhi permintaan pasar," jelasnya.

Peluang ini, imbuhnya harusnya bisa ditangkap oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. "Harus memberikan perhatian penuh ke prosesor. Seperti menyiapkan gudang hingga memperbanyak prosesor kopi," ujarnya.

Ia mengatakan, harga green bean mencapai Rp140 ribu per-kilogram sedangkan kopi basah siap panen hanya Rp8 ribu per-kilogram. (h/jef)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]