Hotel Kyriad Bumiminang Disomasi Andre Rosiade?


Kamis, 06 Februari 2020 - 15:07:53 WIB
Hotel Kyriad Bumiminang Disomasi Andre Rosiade? Hotel Kyriad Bumiminang

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Aksi penggerebekan yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VI, Andre Rosiade untuk mengungkap adanya praktik prostitusi online di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) semakin menjadi pembicaraan, bahkan politisi Gerindra ini disebut akan mensomasi Hotel Bumiminang, kenapa ya?

Hebohnya kasus prostitusi online ini berawal dari pengakuan wanita pekerjaan seks berinisial NN yang mengaku dirinya seakan dijebak. Kehebohan ini ditambah dengan beredarnya kuitansi pemesanan kamar di Hotel Kyriad Bumiminang itu atas nama Andre Rosiade atau Bimo. 

Dalam kuitansi tersebut tertera dalam dua unit kamar bernomor 606 dan 608. Sementara, lokasi kamar penggrebekan yang dilakukan pada Minggu (26/1) itu berada di kamar 606.  Andre Rosiade membantah dirinya pernah datang ke resepsionis hotel. Apalagi, memberikan Kartu Tanpa Penduduk (KTP) miliknya sebagai syarat pemesanan kamar hotel.  

"Jadi ingin saya sampaikan, Andre Rosiade tidak pernah datang ke resepsionis. Tidak pernah memberikan KTP ke resepsionis," tegasnya dalam pesan audio WhatsApp kepada wartawan, Kamis (6/2). 

Andre menegaskan dirinya akan mengambil langkah somasi terhadap Hotel Kyriad Bumiminang. "Saya akan somasi (Kyriad) Bumiminang," katanya. 

General Manager Hotel Kyriad Bumiminang, Fadjri, menanggapi santai langkah somasi yang diambil Andre Rosiade. Pihaknya mengaku senang dengan tindakan somasi tersebut. "Kami senang di somasi dan malah ketawa. Tak apa, semakin menerangkan kita buka satu persatu," kata Fadjri saat dihubungi wartawan.

Fadjri mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PHRI Sumbar terkait permasalahan somasi itu. "PHRI juga akan membuat suatu komentar untuk mengkonter pariwisata Sumbar agar tidak rusak. Nanti, PHRI bergerak ke mana dan di mana mungkin press conference. Kita koordinasikan dengan PHRI dulu," ujarnya. 

Seperti diketahui, kasus prostitusi online teka menetapkan dua orang tersangka yaitu NN yang merupakan wanita pekerja seks dan AS sebagai muncikari. Keduanya dijerat undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo pasal 506 KUHP.  (*)

 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]