Kematian Massal Ikan KJA Danau Maninjau Capai Ratusan Ton


Kamis, 06 Februari 2020 - 22:11:58 WIB
Kematian Massal Ikan KJA Danau Maninjau Capai Ratusan Ton Kematian ikan massal di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya terus bertambah. (Rahmat Hidayat)

AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Kematian ikan Keramba Jaring Apung (KJA) secara massal di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam terus bertambah. Diperkirakan, sepekan terakhir jumlah ikan KJA yang mati mencapai ratusan ton.

Data  itu berasal dari sejumlah nagari di salingka Danau Maninjau, antara lain Nagari Duo Koto, Nagari Koto Malintang, Nagari Tanjung Sani. Kerugian Pembudidaya KJA diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Akibat matinya ikan dalam jumlah banyak itu turut menyebabkan, bau menyengat tercium sampai ke bibir Danau Maninjau. Bangkai ikan tersebut sebagian masih dibuang ke danau, sehingga berpotensi menambah pencemaran.

Salah seorang peternak KJA di Nagari Duokoto, A Dt Marajo (45) (6/2) mengatakan, ikan mati terus meningkat sejak sepekan terakhir. Diperkirakan secara keseluruhan bisa mencapai ratusan ton. 

"Di Nagari Duo koto saja sedikitnya ada 350 petak keramba yang dibudidayakan di kawasan tersebut. Estimasi kematian ikan mencapai 50 ton maka kerugian mencapai satu miliar," katanya. 

Menurutnya, di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, sejumlah petani juga sudah mulai mengevakuasi peralatan keramba ke pondok-pondok yang ada di tepian.

"Jika ditotal bisa mencapai seratus ton, karena di nagari sebelah juga ada sekitaran 50 ton, maka kerugian sudah tembus dua miliar," jelasnya. 

Sekretaris Nagari Duo Koto, Abdul Fajri mengatakan, angin darat sepertinya masih tidak bersahabat untuk pembudidaya ikan KJA, kematian ikan masih bisa bertambah.

"Rabu kemarin, kami sudah menggelar gotong royong bersama, sekitar 15 ton sudah dikubur di area perbukitan," tegasnya.

Dari informasi sejumlah sumber, kematian ikan sebanyak 10 ton di Nagari Koto Malintang pada akhir Januari lalu. Kemudian untuk wilayah Linggai, jumlah kematian ikan yang sudah dilaporkan mencapai 63 ton. 

Sebelumnya, diberitakan dari DPKP ada sekitar 10 ton ikan  yang mati di Galapuang, Nagari Tanjung Sani. Jumlah tersebut berasal dari  15 keramba jaring apung, di Kenagarian Tanjung Sani. (*)

Reporter : Rahmat Hidayat /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]