Rekontruksi Penyiraman Air Keras Tertutup, Pengacara Novel Baswedan: TKP di Tempat Umum, Seharusnya Digelar Terbuka!


Jumat, 07 Februari 2020 - 07:07:02 WIB
Rekontruksi Penyiraman Air Keras Tertutup, Pengacara Novel Baswedan:  TKP di Tempat Umum, Seharusnya  Digelar Terbuka! Rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan digelar tertutup. (foto Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,  Jumat (7/2/2020). Namun jalannya rekonstruksi, berlangsung terutup untuk umum.

Hal itu membuat Kuasa Hukum Novel Baswedan, Saor Siagian heran kenapa  rekonstruksi kasus kliennya digelar tertutup. 

Menurut Saor, seharusnya rekonstruksi itu digelar terbuka. "Ya mestinya kan terbuka. Ini kejadian penyerangannya kan di tempat terbuka. Kita juga bertanya mengapa misalnya mesti di lakukan tertutup," kata Saor  dilansir detikcom, Jumat (7/2/2020).

"Ya kita tidak tahu apa penyebabnya. kawan-kawan kan lebih tepat bertanya kepada kepolisian, apa di otak polisi, mengapa di pikiran polisi itu kemudian melakukan rekonstruksi dan tidak mengizinkan orang untuk melihatnya gitu," imbuhnya.

Saor juga mempertanyakan terkait waktu pelaksanaan rekonstruksi yang dilaksanakan pada dini hari. Meskipun insiden penyiraman tersebut terjadi usai Novel melaksanakan ibadah salat subuh, menurutnya rekonstruksi tidak perlu dilaksanakan sesuai waktu kejadiannya.

"Ya memang kejadian serangan itu subuh yakan tetapi kan untuk rekonstruksui tak juga harus dibuat kan pada waktu yang sama sehingga seandainya direka ulang kan supaya jelaskan lebih baik. Misalnya ada penerangan sehingga lebih paham untuk mengetahui kejadiannya sesungguhnya. Karena ini rekonstruksi mestinya kan tidak ada alasan kemudian penyidik untuk, soalnya kan ditempat terbuka ya. Namanya memperagakan gitu," tuturnya.

Seperti diberitakan, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengalami insiden penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, yang berjarak sekitar 4 rumah dari kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proses penyidikan kasus yang menimpa Novel Baswedan itu masih berlanjut. Terakhir, penyidik memeriksa Novel Baswedan pada Senin (6/1). Selain itu, polisi sudah menetapkan dua tersangka berstatus polisi aktif berinisial RM dan RB setelah ditangkap di Cimanggis, Depok, pada Kamis (26/12/2019). 

Hingga kini polisi masih mendalami motif tersangka menyiramkan air keras ke Novel Baswedan. *

 

https://www.harianhaluan.com/news/detail/86098/digelar-tertutuprekontruksi-penyiraman-air-keras-terhadap-novel-baswedan

 Sumber : Detik.com /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]