Mantap..! Kominfo Sediakan 150 Gbps untuk Wilayah Blank Spot di Indonesia


Jumat, 07 Februari 2020 - 10:12:29 WIB
Mantap..! Kominfo Sediakan 150 Gbps untuk Wilayah Blank Spot di Indonesia Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Foto/Kominfo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memaparkan ada dua program yaitu perkembangan Pembangunan Satelit Indonesia Raya (Satria) serta Target Indonesia Merdeka Sinyal 2020.

Menteri Kominfo menyebutkan Satelit multifungsi yang akan diluncurkan ke slot orbit tahun 2022, memiliki dapat membantu pemerataan akses jaringan komunikasi dan internet broadband di seluruh Nusantara. 

"Saat ini masih ada 150.000 titik yang tidak dapat akses internet cepat. Menurutnya jaringan internet cepat sekarang ini masih menggunakan serat optik namun serat optik tidak tenjangkau ke titik tersebut," kata Menteri Johnny, dikutip dari laman resmi Kominfo, Jumat (7/2/2020).

Menteri Johnny merinci pemanfaatan Satria untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, pemeritahan daerah, layanan kesehatan dan keamanan.

"Satria ini diproyeksikan akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik," jelasnya.

Menurut Menteri Kominfo Satria ini dibangun oleh PT. Satelit Nusantara 3 dengan pembiayaan sebesar Rp6,4 Triliun.

"Dana sebesar itu, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, di mana satelit itu memiliki kapasitas 150 gigabita perdetik dan kapasitas enam kali lipat dari satelit yang sudah ada di Indonesia," tambahnya. 

Dengan kapasitas yang besar Menteri Johnny menargetkan bisa membantu kantor pemerintah dan wilayah yang keberadaan sinyal sulit.

"Satelit ini, akan digunakan untuk wilayah blankspot di Indonesia," tandasnya. 

Target Merdeka Sinyal

Menteri Johnny G. Plate, meralat target Indonesia Merdeka Sinyal pada tahun 2020.

"Pemerintah masih akan terus membangun infrastruktur telekomunikasi secara berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan berbagai program pemerintah termasuk pembangunan BTS USO dan program Palapa Ring," ungkapnya. 

Menurut Menteri Johnny, pemerintah memang sudah membangun infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah, mulai dari kota hingga kabupaten. Namun, bukan berarti tugas pemerintah untuk memerdekakan sinyal selesai pada tahun ini.

"Saya tentu mengusulkan merdeka sinyal menjadi perjuangan bersama kita. Tahun 2020 yang membatasi satu kurun waktu kita hapus, sehingga menjadi relevan dengan semua usaha kita untuk memerdekakan sinyal tidak saja di kabupaten, tapi sampai di wilayah, di mana masyarakat itu ada secara berkelanjutan," jelasnya. (*)

 Sumber : Kominfo /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]