Bersaing di DPR RI, Mulyadi Rebut Kampus Ilmu Pelayaran untuk Sumbar


Jumat, 07 Februari 2020 - 12:46:07 WIB
Bersaing di DPR RI, Mulyadi Rebut Kampus Ilmu Pelayaran untuk Sumbar

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepiawaian Ir. H. Mulyadi, anggota Fraksi Partai Demokrat dalam meyakinkan mitra kerjanya di DPR RI, juga dirasakan dalam pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Padang Pariaman. 

Ketika itu, Kementerian Perhubungan akan membuka 2 unit lagi BP2IP di Indonesia, tetapi daerahnya belum ada.
Nah, Mulyadi dengan kecintaannya pada Sumatera Barat, lalu menangkap peluang itu. Dia berusaha keras, bagaimana agar pembangunan BP2IP itu, salah satunya dibawa ke Sumbar. Melalui argumentasi yang menarik dengan Kementerian Perhubungan, maka BP2IP yang sekarang menjadi Politeknik Pelayaran Sumbar tersebut berhasil dibangun di Tiram, Padang Pariaman.

“Kita berjuang dan bersaing dengan anggota DPR dari daerah lain untuk mendapatkan sekolah ini. Karena hanya dua yang akan ditambah pada periode itu. Alhamdulillah, kita dapat satu, sementara satu lagi di Sulawesi Utara. Ini kepuasan kita juga. Sebuah kerja politik yang kita lakukan berhasil dinikmati masyarakat,” kenangnya.

Seperti diketahui, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Kabupaten Padang Pariaman yang kemudian berganti nama menjadi Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Sumbar) diresmikan pemakaiannya oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Februari 2018 lalu.  

Kampus yang berdiri di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman itu diharapkan dapat meningkatnya kemampuan peserta didik serta menghasilkan lulusan pelayaran asal Indonesia untuk perusahaan internasional.

Meski saat ini lulusan pelayaran asal Indonesia diminati kedua setelah Filipina, namun Menhub Budi Sumadi menekankan agar lulusan sekolah tersebut semakin diminati maka peserta didiknya harus menguasai bahasa Asing.

Penetapan menjadi Politeknik Pelayaran tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 5 tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Pelayaran Sumbar.
Politeknik tersebut atau yang sebelumnya BP2IP dibangun semenjak 2011 di atas lahan seluas 37,175 hektare dengan anggaran Rp509,82 miliar yang saat ini dapat menampung 500 peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) kelas reguler dan 100 peserta Diklat pendek.

Politeknik tersebut memiliki program Diklat Pembentukan (DP-IV) Nautika dan Teknika, DP-V Nautika dan Teknika, Diklat Keterampilan Keahlian Pelaut, Basic Safety Training, Advance Fire Fighting, Medical First Aids, dan Security Awareness Training.
Selain itu, sejak berdiri hingga 2017, Diklat tersebut telah mengeluarkan 9.285 sertifikat pelaut sesuai dengan standart yang ditetapkan International Maritime organization.

Serta pada 2018 akan menyelenggarakan Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat dengan kuota sebanyak 3.470 peserta dari 100 ribu peserta yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia perhubungan.

Politeknik Pelayaran tersebut nantinya juga terbuka untuk lulusan dari berbagai pesantren yang menempuh pendidikan formal maupun paket C di kejuruan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. (h/*)

 Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 28 November 2016 - 01:04:31 WIB
    PEREBUTAN PERINGKAT PORPROV

    Agam dan Bukittinggi Bersaing Ketat

    Bukittinggi, Haluan — Memasuki hari kedepalan pelaksanaan Porpov XIV Sumbar di Kota Padang, Kabupaten Agam masih bertahan pada peringkat kedua, di klasemen umum, sampai Minggu, (27/11), siang. Meski demikian kondisi ini cuk.
  • Jumat, 30 September 2016 - 03:49:07 WIB

    69 Guru Bersaing Dapatkan NUCKS

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Sebanyak 69 guru dan pimpinan sekolah mengikuti seleksi kepala sekolah (Kepsek) untuk ditempatkan sebagai Kepsek di tingkatan Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar, dan SMP. Seleksi itu melibatkan tim i.
  • Kamis, 25 Agustus 2016 - 10:45:43 WIB

    Wisata Halal? Sumbar Bersaing dengan Jepang, Tiongkok dan Australia

    Wisata Halal? Sumbar Bersaing dengan Jepang, Tiongkok dan Australia JAKARTA, HALUAN -- Kementerian Pariwisata menyatakan Indonesia berpotensial untuk menjadi pusat kawasan pariwisata halal di dunia. Hal itu dikarenakan syarat sarana dan pelayanan wisata halal yang mayoritas telah dipenuhi Ind.
  • Kamis, 31 Maret 2016 - 04:17:00 WIB
    Menuju Terbaik Agam 2016

    Enam Wali Nagari Bersaing Ketat

    Agam, Haluan — Sebanyak Enam Wali Nagari di Kabupaten Agam siap bersaing ketat, perebutkan Wali nagari terbaik tingkat kabupaten tahun 2016 setelah bersail me­da­at­kan Penilaian terbaik dari 16 utusan keca­matan. Penil.
  • Rabu, 16 Maret 2016 - 11:40:47 WIB
    Menjadi Duta Kota Pariaman

    Empat Kades Bersaing Ketat

    PARIAMAN, HALUAN — Sebanyak empat orang Kepala Desa di Kota Pariaman bersaing untuk menjadi yang terbaik pada lomba Kepala Desa berkompetensi tingkat Kota Pariaman. Pemenannya akan menjadi duta ke lomba tingkat provinsi Sum.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]