Astagfirullah..! 2 Orang Tewas dan 16 Luka Ulah Kekejaman Israel


Jumat, 07 Februari 2020 - 17:54:30 WIB
Astagfirullah..! 2 Orang Tewas dan 16 Luka Ulah Kekejaman Israel

YERUSALEM, HARIANHALUAN.COM -- Rangkaian aksi kekerasan kembali pecah di Israel dan Palestina setelah penasehat khusus dan anak mantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, memperkenalkan agenda perdamaian yang dia rancang.

Beberapa warga Palestina diberitakan tewas dan 12 tentara Israel serta seorang polisi cedera dalam berbagai insiden bentrokan di Yerusalem dan Tepi Barat.

Di Yerusalem, seorang warga Arab Israel ditembak mati setelah dia menembak dan melukai seorang polisi perbatasan Israel di pintu masuk ke Kota Tua, kata pihak berwenang Israel yang menyebut serangan itu "bermotivasi politik".

Di tempat lain, sebuah mobil ditabrakkan ke tentara Israel, melukai setidaknya 14 orang tentara dan warga biasa, kata polisi Israel.

Dalam insiden terpisah di Jenin, seorang perwira Palestina terbunuh di kantor polisi oleh apa yang dikatakan otoritas Palestina sebagai "tembakan dari Israel". Media Israel melaporkan dia ditembak oleh pasukan secara tidak sengaja. Pejabat Israel tidak memberi tanggapan apa-apa.

Militer Israel melaporkan, telah mengerahkan lebih banyak pasukan ke Jenin, setelah serdadu Israel menembak mati pemuda Palestina berusia 19 tahun yang melempari mereka dengan batu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam "kekerasan Israel" yang telah menewaskan warganya.

Agenda Perdamaian AS yang Pro Israel

Presiden AS Donald Trump pada 28 Januari mengumumkan rencana perdamaian Israel-Palestina yang dibahasnya bersama PM Palestina Benjamin Netanyahu di Washington. Rancangan itu disusun oleh suami Ivanka Trump, Jared Kushner, yang juga menjabat sebagai penasehat khusus Trump.

Rencana itu antara lain mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem dan wilayah Palestina yang diduduki dan dipenuhi pemukiman ilegal Yahudi.

Kepada pihak Palestina Trump berjanji akan mengakui Negara Palestina Merdeka. Namun negara itu dilarang memiliki militer sendiri dan penjagaan keamanan sepenuhnya akan dilakukan oleh aparat dan militer Israel.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan, rencana kesepakatan itu harus dihentikan dan "dimasukkan ke tong sampah sejarah".

Sebaliknya Jared Kushner, penasihat khusus Trump yang sekaligus juga anak mantu Trump, menuding Mahmoud Abbas bertanggung jawab atas meningkatnya kekerasan, saat memberikan pengarahan kepada para wakil Dewan Keamanan PBB tentang rincian agenda perdamaian yang dirancangnya.

Uni Eropa Tolak Rencana Perdamaian Jared Kushner

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan, menolak rencana dari Jared Kushner itu. Dia kembali menggarisbawahi komitmen Uni Eropa untuk solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan kemungkinan pertukaran lahan yang disepakati bersama. Uni Eropa mendukung "negara Palestina yang independen, demokratis dan berdaulat" dan layak berdampingan dengan Israel.'

Borrell selanjutnya mengatakan, untuk membangun perdamaian yang adil dan abadi, masalah status akhir yang belum terselesaikan harus diputuskan melalui negosiasi langsung antara kedua belah pihak.

"Ini termasuk soal perbatasan, status Yerusalem, keamanan dan masalah pengungsi, '' kata Josep Borrell. (*)

 Sumber : Detik /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]