Waduh..! Lahan Kosong Milik PT KAI Malah Dipakai Remaja Ini untuk Mesum


Jumat, 07 Februari 2020 - 21:48:11 WIB
Waduh..! Lahan Kosong Milik PT KAI Malah Dipakai Remaja Ini untuk Mesum SEPASANG muda mudi digiring tim SK4 Bukittinggi, ketika digrebek di bedeng milik PT KAI, Jumat (7/2). YURSIL

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Bedeng (bangunan) yang berdiri diatas lahan kosong milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Jend. Sudirman, tepatnya di samping Kantor Cabang PLN (Pesero) Bukittinggi diduga dipakai untuk berbuat mesum. Pasalnya, Jumat (7/2) sekitar pukul 10,30 WIB, satu pasang muda mudi digerebek Tim Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi ketika berada di dalam bedeng itu.

Pasangan muda mudi yang gerebek itu, berinisial pria PG (19) beralamat Tangah Sawah Bukittinggi sedangkan wanita IQP (17) beralamat Lawang Kab. Agam, dia tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Matur.

Kadis Pol PP Bukittinggi Aldiasnur mengatakan, penangkapan pasangan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah resah akibat ulah mereka.

"Pada saat kita tangkap, pasangan tersebut sedangkan tidur di dalam bedeng. Namun dari pengamatan dari luar serta bukti yang didapat, maka dapat disimpulkan  bahwa mereka sebelumnya telah berbuat mesum," kata Aldiasnur kepada Haluan di Kantor Satpol PP.

Kedua pelaku jelasnya, selain dipanggil kedua orang tuanya, mereka juga dikenakan biaya penegakan Perda sebesar Rp1 juta masing masing. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk dapat mengawasi lingkungan masing masing dan kepada instansi terkait agar lebih ketat dalam pengawasan agar lahan miliknya tidak disalah gunakan.

Sementara itu, IQP mengaku datang ke Bukittinggi ditugaskan sekolah untuk belajar magang di salah satu perusahaan di Bukittinggi sejak bulan November lalu.

Ia mengakui telah berpacaran dengan PG sejak dua bulan lalu, setelah berkenalan dengan pacarnya itu di lapangan Kantin Bukittinggi. "Saya tidak setiap malam tidur di bedeng tersebut, kadang dalam satu minggu bisa dua sampai tiga kali tidur di sana," kata IQP di Kantor Satpol PP.

Menurut IQP, yang tidur dibedeng itu tidak dia berdua saja, namun ada dua pasang lagi. Namun ketika pengrebekan terjadi, dua pasang lagi telah meninggalkan bedeng sejak Subuh.

"Kadang yang tidur dibedeng itu sampai 10 orang. Dibedeng itu ada lampu penerangan yang dilengkapi dengan tikar dan piring untuk makan. Kawan kawan saya itu telah lama tinggal di bedeng tersebut," jelasnya.

Terpisah, salah seorang pegawai PT. KAI di Bukittinggi, Rizki mengaku belum mengetahui peristiwa penggrebekan itu. Menurutnya, lahan yang dipojok itu, akan disewakan kepada investor untuk dijadikan hotel.

"Kami bertugas di sini ada 5 orang. Satu security berdinas siang dan satu lagi berdinas malam hari," katanya.

Salah seorang pedagang minuman disekitar lahan milik PT.KAI mengaku sering melihat anak anak itu masuk ke lahan itu dengan cara memanjat pagar atau tembok pembatas lahan dengan jalan raya.

 

Pantauan Haluan dilapangan, sejak 2017 lalu, lahan tersebut memang sengaja dibiarkan kosong  oleh PT. KAI setelah pihaknya memgusur penyewa lahan. Kini lahan itu telah dipasang pagar dengan tembok setinggi 2 meter.

Untuk dapat melewati pagar tersebut, para muda mudi itu membuat jenjang dengan cara melubangi tembok sebagai tempat untuk naik.

Jika dilihat dari jalañ raya, tidak akan kelihatan aktifitas mereka di dalam sehingga mereka bebas dan leluasa berbuat apa saja di dalam bedeng itu. (h/ril)

 

 

Reporter : Yursil /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]