Resesi Dunia Diramal Datang 6 Bulan Lagi, Benarkah?


Ahad, 09 Februari 2020 - 00:38:20 WIB
Resesi Dunia Diramal Datang 6 Bulan Lagi, Benarkah? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Resesi ekonomi sedang membayangi sejumlah negara pada pertengahan tahun 2020. Sentimen ini kembali mencuat setelah Hong Kong merilis data pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan keempat 2019, perekonomian Hong Kong tercatat tumbuh negatif alias terkontraksi sebesar 0,4% secara kuartalan.

Melansir Investopedia, resesi sendiri merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan. Suatu negara dapat dikatakan mengalami resesi bila dalam dua triwulan berturut-turut Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh negatif.

Pada kuartal II-2019, perekonomian Hong Kong tercatat terkontraksi sebesar 0,5% secara kuartalan, disusul oleh kontraksi sebesar 3,2% pada kuartal III-2019. Gelombang demonstrasi yang berkepanjangan menjadi faktor utama yang menempatkan Hong Kong ke dalam jurang resesi.

Penelitian yang dipublikasikan MIT Sloan School of Management dan State Street Associates, menyatakan, potensi terjadinya resesi dunia pada paruh pertama tahun 2020 prognosanya mencapai 70%.

Sebagaimana dikutip dari CNBC International, penelitian ini menggunakan pendekatan pengukuran jarak mahalanobis, untuk menentukan bagaimana kondisi pasar saat ini dibandingkan dengan sebelumnya.

Dengan menggunakan prinsip ini, peneliti menganalisa empat faktor pasar. Yakni produksi industri, upah non pertanian, pengembalian pasar saham, dan kurva imbal hasil.

Analisis dilakukan setiap bulan. Mereka mengukur bagaimana hubungan antara empat faktor tersebut dengan sejarah masa lampau.

"Melihat data tahun 1916 (resesi pasca Perang Dunia I) para peneliti mengatakan bahwa indeks dari keempat indikator resesi naik dari sebelumnya," tulis CNBC International, Jumat (7/2/2020).

"Dari perhitungan yang dilakukan, akhirnya mereka mendapatkan hasil, indeks resesi mencapai 70% dalam enam bulan ke depan."

Meski demikian, sebenarnya sejumlah indikator ekonomi di Amerika Serikat masih baik-baik saja. Ekonomi AS misalnya tumbuh 2,1% pada kuartal-IV 2019 dan 2,3% selama setahun kemarin.

Ditandatanganinya kesepakatan dagang AS-China Januari lalu juga menimbulkan kepastian di pasar. Belum lagi data lokal AS, seperti gaji swasta yang naik bahkan tertinggi sejak Mei 2015.

"Latar belakang fundamental mendukung pandangan kami," kata Kepala Strategis Ekuitas Global dan Eropa JP Morgan dalam sebuah catatan.

"Pandangan kami tetap pada dasar tidak seharusnya kita mengharapkan resesi (terutama) menjelang Pemilu AS." (h/cnbc)


 

 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 April 2020 - 07:00:59 WIB

    IMF: Corona Seret Perekonomian Global ke 'Jurang' Resesi

    IMF: Corona Seret Perekonomian Global ke 'Jurang' Resesi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia telah menyeret perekonomian global ke 'jurang' resesi. Dana Moneter Dunia (International Monetary Fund/IMF) mengungkap virus corona telah membuat.
  • Ahad, 22 Maret 2020 - 21:26:05 WIB

    Digempur Corona, Apakah Ekonomi Dunia Resesi?

    Digempur Corona, Apakah Ekonomi Dunia Resesi? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Perekonomian dunia benar-benar terpukul akibat penyebaran virus corona yang semakin masif. Pelaku pasar menilai tren pertumbuhan ekonomi global akan terhenti pada kuartal I-2020, dan tanda-tanda r.
  • Selasa, 07 Januari 2020 - 15:19:59 WIB

    Resesi Melanda..? Produsen Susu Raksasa AS Bangkrut

    Resesi Melanda..? Produsen Susu Raksasa AS Bangkrut JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Borden Dairy Co, produsen susu raksasa dan salah satu yang tertua di Amerika Serikat (AS), menyatakan bangkrut. Perusahaan juga mengajukan pailit seiring dengan ketidakmampuannya membayar utang dan.
  • Ahad, 17 November 2019 - 11:24:47 WIB

    Seberapa Potensi Indonesia Alami Resesi? Begini Kata Pengamat Ekonomi

    Seberapa Potensi Indonesia Alami Resesi? Begini Kata Pengamat Ekonomi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat ekonomi Josua Pardede menilai potensi Indonesia mengalami resesi ekonomi tergolong kecil. Pasalnya, sebagian besar pertumbuhan ditopang sektor konsumsi rumah tangga yang masih kuat..
  • Rabu, 06 November 2019 - 11:01:37 WIB

    Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Soal Ancaman Resesi Dunia

    Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Soal Ancaman Resesi Dunia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali mengenai ancaman resesi ekonomi yang terjadi di beberapa negara. Hal itu diungkapkan saat membuka acara Rakornas Pengadaan Barang dan Jasa Pemerin.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]