Pekerja China Tewas di Proyek Meikarta, Pasti Bukan Gara-gara Corona?


Ahad, 09 Februari 2020 - 19:04:12 WIB
Pekerja China Tewas di Proyek Meikarta, Pasti Bukan Gara-gara Corona? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Polisi menyatakan Tenaga Kerja Asing (TKA) China meninggal di proyek Apartemen Meikarta, Cikarang Bekasi, bukan akibat terinfeksi virus corona. Hasil autopsi sementara, TKA bernama Yuan Haisheng (46) itu tewas akibat kecelakaan kerja.

"Jadi itu kecelakaan kerja untuk indikasi awalnya," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (9/2).

Baca Juga : Kasus Pembangunan Ruko, Pihak Pengembang Diduga Langgar Garis Sempadan

Hendra mengatakan jasad Haisheng ditemukan Jumat (7/2) sekitar pukul 20.00 WIB. Perkiraan dokter, Haisheng tewas lebih dari tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.

Dari autopsi sementara, kata Hendra, ada luka serius di bagian kepala dan sejumlah tulangnya patah. Polisi untuk sementara menilai kematian Haisheng karena kecelakaan kerja.

Baca Juga : Penerapan WBK dan WBB Dicanangkan Lanud Hang Nadim Batam

"Perkiraan dokter itu meninggalnya sudah 72 jam," ucapnya.

Haiseng ditemukan di lantai 11 apartemen tersebut. Sedangkan proyek yang sedang dikerjakan adalah pembangunan lift pada lantai 11 hingga lantai 20.

Baca Juga : Malam Ramadhan, Sepasang Mahasiswa Digerebek Warga di Tempat Kost

"Jadi lantai 11 ke 13 pintu lift tertutup karena belum ada liftnya. Di lantai 14-20 pintu lift terbuka. Tapi di lantai 14 ada jaring, ya untuk menahan kalau ada orang jatuh kali ya, tapi Jaring itu putus," ungkapnya.

"Nah ini yang lagi kami selidiki dia itu jatuh dari mana. Apa lantai 15, 16, 17, 18 atau 20. Itu kami lagi cek dimana bekas korban terpeleset," kata Hendra kemudian.

Baca Juga : Penyidik Kejaksaan Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Rp250 Juta

Ke Indonesia 8 Januari

Hendra mengatakan Haisheng tiba di Indonesia dari China pada 8 Januari 2020. Jika pria itu terinfeksi corona, menurut Hendra, TKA tersebut sudah pasti meninggal lebih cepat. Sedangkan perkiraan meninggal Haisheng 72 jam sebelum Jumat (7/2).

"Nah masa inkubasi corona hanya dua minggu. Jadi misalnya dari 8 Januari ke waktu meninggal ya tidak mungkin bisa bertahan hidup. Ini sudah mau sebulan, maka harusnya udah meninggal duluan," kata Hendra.

Berdasarkan penuturan rekan kerja Haisheng, Hendra bilang TKA China itu juga dalam keadaan sehat.

"Dan hasil keterangan dia itu sehat. Sempet makan, dan naik-naik ke lantai 13 gunakan tangga. Kalau korban tidak sehat mana bisa. Tapi indikasi awal kecelakaan kerja," ucap dia.

Hendra mengatakan pihaknya bakal mendalami penyebab kematian Haisheng dengan melakukan autopsi lebih dalam. Pihaknya pada Senin (10/2) bakal berkirim surat ke Kedutaan Besar China untuk meminta izin.

"Nah suratnya tapi baru dilayangkan Senin, Sabtu-Minggu ini libur Kedubes dan kejadiannya Jumat. Kami ingin minta permohonan autopsi," kata dia.

Hendra menambahkan kepolisian tak bisa menunggu keluarga Haisheng yang berdomisili di China untuk permohonan autopsi.

"Karena kalau nunggu keluarga tidak bisa karena tidak bisa keluar mereka (dari China). Jadi kalau udah ada persetujuan (Kedubes) baru kami otopsi. Setelah itu baru ketahuan meninggalnya korban kenapa," kata Hendra.(*)

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]