Duh..! Disdik Bukittinggi Tidak Terima Murid Baru Lagi di SDN 14 Tanjung Alam, Inilah Penyebabnya


Senin, 10 Februari 2020 - 19:58:52 WIB
Duh..! Disdik Bukittinggi Tidak Terima Murid Baru Lagi di SDN 14 Tanjung Alam, Inilah Penyebabnya SDN 14 Tanjung Alam berlokasi di Nagari Biaro Gadang Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam, selama ini sekolah itu dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi.  YURSIL.

BUKITTINGGI,HARIANHALUAN.COM - Sampai saat ini, Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam belum tercapai kata sepakat tentang penyerahan pengelolaan SD 14 Tanjung Alam, Kec. IV Angkek kepada Pemkab Agam.

Sejatinya, penandatangganan MoU itu dilaksanakan  pada tanggal 1 November 2019 lalu. Namun itu urung terlaksana karena pejabat dari Pemkab Agam tidak hadir pada hari yang telah ditentukan.

Menyikapi hal itu, kini Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan  mengajukan alternatif lain, salah satunya, murid yang tercatat di sekolah itu, saat ini  menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Bukittinggi sampai mereka tamat di sekolah itu. Namun, Dinas Pendidikan  Bukittinggi tidak lagi menerima murid baru untuk tahun ajaran 2020-2021 di SDN 14 Tanjung Alam.

"Kita tidak menerima murid baru lagi untuk tahun ajaran ini di sekolah tersebut, sedangkan murid yang ada sekarang ini tetap menjadi tanggung jawab kami hingga mereka tamat di sekolah itu," kata Kadis Pendidikan Bukittinggi Melvi Abra kepada harianhaluan.com melalui selular, Senin (10/2).

Untuk penerimaan murid baru di kelas 1 jelasnya,  menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kab. Agam, apakah menerima murid baru atau tidak, semuanya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kab. Agam.

"Untuk penerimaan murid baru pada Mei mendatang kita serahkan ke Dinas Pendidikan Agam. Secara bertahap kita akan meninggalkan sekolah itu, sebab lokasi sekolah itu berada di Kab. Agam," jelasnya.

Sebenarnya, masa transisi penyerahan sekolah itu telah dilaksanakan hingga akhir tahun lalu. Namun Pemkab. Agam keberatan jika guru yang mengajar di sekolah itu, ikut jugs pindah ke Pemko Bukittinggi.

"Kita tidak bisa melarang jika guru memilih ikut pindah ke Bukittinggi. Permasalahan ini sebenarnya dapat diselesaikan secara musyawarah, oleh sebab itu kita tunggu sajalah, untuk masa transisi tidak mungkin kita lakukan lagi," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Setda) Kab. Agam Martias Wanto melalui sambungan selular menyetujui penyerahan sekolah tersebut ke Kab. Agam karena lokasi sekolah itu memang berada di wilayah Kab. Agam.

Namun dia tidak setuju jika penyerahan tanpa melalui transisi , sebab akan menganggu proses belajar mengajar. Maksud masa transisi itu katanya, agar para guru yang lama bisa memperkenalkan sekolah itu kepada guru baru dari Kab. Agam supaya guru itu mengetahui sampai dimana pelajaran yang telah diberikan kepada murid murid.

"Saya meluruskan lagi, bahwa kami tidak menolak penyerahan sekolah itu, namun harus ada masa transisi paling lama 6 bulan. Kita hanya butuh 3 orang guru sekolah itu agar mereka bisa menjembatani guru guru kita. Pemko Bukittinggi tidak bisa menyerahkan bulat bulat sekolah itu tanpa masa transisi," ungkap Martias Wanto. (h/ril).

Reporter : YURSIL /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]