Pacu Ekspor Pertanian, Pemprov Dorong Petani Sumbar Manfaatkan Dana KUR Rp1 Triliun


Senin, 10 Februari 2020 - 22:00:40 WIB
Pacu Ekspor Pertanian, Pemprov Dorong Petani Sumbar Manfaatkan Dana KUR Rp1 Triliun Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019 dan sinkronisasi program kegiatan tahun 2020 Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan se Sumbar di Rocky Plaza Hotel, Senin (10/2/2020).

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Pusat menyarankan Pemprov Sumbar untuk mampu menyerap KUR dalam kegiatan pembangunan pertanian sebanyak 1 triliun tahun 2020. Sebab, dengan adanya gerakan percepatan tanam dalam peningkatan produktivitas maupun untuk menyiapkan komoditi yang siap untuk di ekspor di tahun 2020.

"Perlu adanya sinkronisasi program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam mengupayakan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019 dan sinkronisasi program kegiatan tahun 2020 Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan se Sumbar di Rocky Plaza Hotel, Senin (10/2/2020).

Melalui forum ini, Irwan Prayitno mengajak semua pihak untuk menyatukan perspektif perencanaan dalam mengembangkan pembangunan pertanian. Semua anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Kota hendaknya disinergikan demi meningkatkan kualitas hidup para petani.

Saat ini, sebut Irwan Prayitno, Sumbar masih termasuk prioritas di bidang tanam pangan holtikultura sehingga anggaran APBN tahun 2020 meningkat sebesar 19,6 persen dibandingkan tahun 2019 yaitu dari sebesar Rp108 miliar menjadi Rp129 miliar. Masing-masing daerah baik provinsi, kabupaten dan kota penanggung jawabnya adalah Kepala Daerah.

Irwan Prayitno menyebut, kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) yang baru diarahkan untuk pembangunan pertanian dengan Pola Pembangunan Konstra Tani. Konstra Tani berbasis data yang ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

"Artinya menteri ketika membutuhkan data akan melakukan telekomverens untuk meminta klarifikasi segala sesuatu tentang pembangunan pertanian," terang Irwan Prayitno.

Sementara, target pembangunan dengan dana yang tersedia, menteri pertanian mengurangi pendanaan yang bersifat konsumtif, sehingga kedepannya pembangunan pertanian dirahkan berbasis teknologi yang "Maju, Mandiri dan Moderen" (3M). Pemerintah tidak lagi banyak mensubsidi atau membiayai kegiatan pertanian.

"Tapi mengarahkan menggunakan KUR atau Kredit Pemerintah/Pembangunan yang disubsidi Pemerintah," ujar Irwan Prayitno. (*)

 Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]