46 Koperasi di Pasaman Sudah Kantongi NIK dari Kemenkop UKM


Rabu, 12 Februari 2020 - 10:27:35 WIB
46 Koperasi di Pasaman Sudah Kantongi NIK dari Kemenkop UKM Jonneri Masli

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 46 koperasi di Kabupaten Pasaman telah mendapatkan sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Koperasi aktif di kabupaten itu saat ini berjumlah 58 unit koperasi, dari total 237 koperasi yang berbadan hukum dan terdaftar.

"46 koperasi di Pasaman sudah mengantongi NIK dari Kementerian Koperasi. Untuk dapat NIK koperasi harus aktif," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman, Jonneri Masli di Lubuksikaping, Rabu (12/2).

Jonneri menjelaskan diterbitkannya sertifikat NIK bertujuan untuk menertibkan kegiatan koperasi serta memudahkan pelayanan masyarakat dalam mendapatkan informasi seputar perkoperasian. 

Selain itu, kata dia, sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh kementerian itu menjadi salah satu indikator untuk mendapatkan bantuan baik dari pemerintah maupun swasta.

"Kepemilikan sertifikat NIK sangat membantu sekali bagi koperasi, misalnya untuk memperoleh bantuan," ujarnya.

Pihaknya, kata dia, akan mengusulkan seluruh koperasi aktif, total 58 koperasi di daerah itu untuk mendaptakan sertifikat NIK. Adapun salah satu syarat untuk mendapatkan NIK ini, koperasi harus menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tiga tahun berturut-turut.

"Koperasi yang berhak memperoleh sertifikat NIK hanya yang aktif saja secara kelembagaan maupun usahanya. Untuk persiapan mendapatkan registrasi kita lakukan tahun ini," katanya.

Jonneri pun mendesak seluruh koperasi aktif supaya melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tanpa terkecuali sebelum 31 Maret 2020. Pengurus koperasi juga diminta segera melaporkan hasil RAT tersebut kepada pihaknya. 

"Sampai saat ini, dari 58 koperasi aktif di Pasaman baru sepuluh koperasi yang melaksanakan RAT untuk tahun buku 2019. Sisanya masih ada 48 koperasi belum menyelenggarakan RAT," katanya. 

Sesuai peraturan perundang undangan tentang perkoperasian, seluruh badan hukum koperasi diwajibkan menggelar RAT setiap akhir tahun jika tidak ingin dibekukan oleh pemerintah. 

"Target seluruh koperasi pada tahun ini tuntas gelar RAT. Batas akhir pelaksanaan RAT ini kan 31 Maret setiap tahunnya. Koperasi yang tidak aktif dan bertahun-tahun tidak menggelar RAT, akan kita ajukan untuk dibubarkan," katanya. (*)

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 17 Oktober 2020 - 22:00:47 WIB

    946 Pelaku Usaha di Sawahlunto Terima Banpres

    946 Pelaku Usaha di Sawahlunto Terima Banpres HARIANHALUAN.COM - Tidak kurang dari Rp2,2 miliar anggaran disalurkan Pemerintah Sawahlunto bagi 946 pelaku usaha mikro dan kecil. Masing-masing pelaku usaha menerima Rp2,4 juta Banpres..
  • Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:24:03 WIB

    Update Positif Covid-19 di Sumbar Kamis (1/10) Mencapai 6.468 Orang

    Update Positif Covid-19 di Sumbar Kamis (1/10) Mencapai 6.468 Orang HARIANHALUAN.COM - Terjadi penambahan kasus positif di Sumbar. Hari ini berdasarkan data yang dirilis Pemprov Sumbar pada Kamis (1/10) terdapat 190 kasus pasien terkonfirmasi positif. Sehingga total pasien yang terinfeksi men.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 21:42:55 WIB

    146 Pasien Covid-19 Sumbar Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

    146 Pasien Covid-19 Sumbar Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 146 orang atau 20,42 persen warga Sumatra Barat (Sumbar) masih dirawat di berbagai rumah sakit dan fasilitas karantina sambil menunggu kesembuhan..
  • Jumat, 08 Mei 2020 - 16:02:52 WIB

    Gawat! Ada 146 Ribu Pengangguran di Sumbar

    Gawat! Ada 146 Ribu Pengangguran di Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Pitono menyampaikan jumlah pengangguran di Sumbar per Februari 2020, sebanyak 146.58 ribu orang. Dibandingkan setahun yang lalu, jumlah penduduk yang peng.
  • Sabtu, 04 Januari 2020 - 13:24:06 WIB

    Selama 2019, Terjadi 746 Bencana di Sumbar, Kerugian Capai Rp166 M, Pohon Tumbang Terbanyak

    Selama 2019, Terjadi 746 Bencana di Sumbar, Kerugian Capai Rp166 M, Pohon Tumbang Terbanyak PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dilansir Harianhalauncom dari grup resmi Bencana Sumbar, Sabtu (3/12/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar merilis sepanjang tahun 2019 di provinsi itu terjadi bencana sebanyak 74.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]