Kapolres Pasaman: Aparat yang Terlibat Tambang Ilegal Akan Ditindak Tegas


Rabu, 12 Februari 2020 - 21:04:10 WIB
Kapolres Pasaman: Aparat yang Terlibat Tambang Ilegal Akan Ditindak Tegas Salah satu lokasi tambang di Pasaman.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pasaman, AKBP Hendri Yahya, mengatakan pihaknya akan menindaktegas bagi siapapun oknum aparat kepolisian di wilayah hukumnya yang terbukti terlibat praktik penambangan ilegal. Hal tersebut ia sampaikan terkait adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin di daerah itu.

"Kita tidak akan melindungi dan tetap memproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Ketegasan ini sudah saya sampaikan kepada seluruh personel Polres Pasaman dan polsek-polsek sejajaran," kata dia, Rabu (12/2) di Lubuksikaping.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 204, Sembuh 99, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Menurutnya, ia bersama institusinya berusaha menjaga citra kepolisian baik secara organisasi maupun personel dan merasa tidak nyaman mendengar tentang adanya desas desus keterlibatan oknum aparat dalam praktik-praktik yang melanggar hukum positif di negara Indonesia.

Menindaklanjuti hal tersebut, ia sudah memerintahkan sejumlah personel untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melakukan razia penyalahgunaan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang disinyalir digunakan untuk kegiatan penambangan.

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

Terkait adanya dugaan kegiatan penambangan emas ilegal oleh masyarakat di Nagari Cubadak, Kecamatan Duakoto, tepatnya di Kampung Batang Kundur, Kampung Lanai dan Kampung Sinuangon, ia mengaku belum mengetahui secara rinci.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Duo Koto, Drs Antoni Rahmat mendesak agar aparat setempat segera menghentikan dan menuntaskan permasalahan praktik penambangan ilegal tersebut.

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

"Saya lahir dan besar di Duo Koto, tentu saya sangat memahami karakter masyarakat saya dan hingga saat ini akal sehat saya sulit menerima jika masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan menambang secara tradisional, bisa menyewa alat berat jenis eskavator yang tentu membutuhkan biaya yang tinggi," ucapnya.

Menurutnya, patut diduga kegiatan penambangan tanpa izin tersebut sudah melibatkan para oknum pemilik modal dan memanfaatkan oknum aparat guna memuluskan aksinya.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Ia berharap, semua komponen mampu bersinergi baik guna mengatasi keadaan tersebut sehingga tidak menjadi potensi kerawanan baru dalam proses penegakan hukum di daerah itu. (h/*)

Reporter : Ruli | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]