Pembebasan Lahan Tuntas, Pengembangan Bandara Rokot Dimulai Tahun Ini


Kamis, 13 Februari 2020 - 09:43:57 WIB
Pembebasan Lahan Tuntas, Pengembangan Bandara Rokot Dimulai Tahun Ini Bupati Kepulauan Mentawai didamping Wakil Bupati, menerima sertifikat lahan pengembangan Bandara Rokot dari BPN Mentawai. foto REDY

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM- Pembangunan pengembangan bandara Rokot, Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan bakal dimulai tahun ini, dimana pembebasan lahan seluas 41,78 hektar sudah diselesaikan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, pada Rabu (12/02) usai menerima sertifikat lahan pengembangan bandara rokot dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mentawai di Kantor Bupati Mentawai. 

Dimana kata Yudas pengembangan bandara rokot merupakan upaya melepaskan Mentawai dari status 3T yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar. 

" Pengembangan bandara Rokot ini, sebagai salah satu upaya kita untuk mengentaskan kemiskinan dan terlepas dari status 3T di Mentawai dan nanti dampak positifnya akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat Mentawai, khususnya di sekitar wilayah bandara," tuturnya. 

Dalam kesempatan itu Bupati Mentawai menerima 7 Sertifikat lahan dari Kepala BPN Mentawai, artinya status lahan tersebut sudah tidak ada lagi masalah, dimana sebelumnya terdapat 7 pengrap lahan yang menolak ganti rugi sekarang sudah dilimpahkan ke pengadilan, sehingga uang ganti rugi tanaman bisa diambil di pengadilan.

" Pengembangan bendara rokot akan dimulai tahun ini, semua lahan yang dibutuhkan tidak ada lagi masalah, nah prospeknya kedepan sangat mendukung Parawisata di Kepulauan Mentawai, dimana wisatawan bisa datang tidak lagi melalui padang, bisa dari Bali ke Mentawai, Batam ke Mentawai dan bandara lainnya, jadi akan memotong waktu perjalanan wisatawan, " paparnya. 

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Ia juga meminta kepada instansi terkait untuk bergerak cepat dan berkoordinasi dengan instansi lain dalam mendukung prospek pembangunan di Kepulauan Mentawai. Dimana menurutnya dengan gampangnya ekses transportasi, kedepan akan ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Mentawai. 

" Kunjungan wisatawan baik dari Nusantara maupun Mancanegara kedepan akan semakin ramai, dikarenakan telah mudahnya akses untuk berkunjung ke Mentawai. Nah terkait hal ini, kita meminta agar destinasi wisata dibenahi dan kemudian  Masyarakat dapat ikut serta dalam mengambil peluang yang ada," papar Yudas.

Sementara itu Kepala Dinas perhubungan Mentawai Edi Sukarni menyatakan bahwa lahan yang sudah dibebaskan yakni seluas 41,78 hektar dari total 40,6 hektar yang dibutuhkan untuk pengembangan landasan pacu dari 800 Meter menjadi 1600 Meter sehingga mampu didarati pesawat ATR berkapasitas 70 penumpang. 

"Total anggaran dalam rangka perluasan bandara Rokot ini sebesar Rp,547 miliar yang dikucurkan oleh pusat melalui kementerian perhubungan dan untuk tahun ini anggaran yang dikucurkan sebesar Rp, 135,7 miliar, dimana kita targetkan setelah pembersihan lahan, pada 2021 pembangunan pengembangan landasan pacu dimulai dan harapan kita 2022 sudah siap beroperasi," Terang Edi Sukarni 

Pada kesempatan itu Kepala Kantor Pertanahan Mentawai, Yunaldi menyatakan hal senada bahwa pembebasan lahan untuk perluasan bandara Rokot sudah diselesaikan dengan pemilik dan penggarap, dimana sebelumnya terdapat masalah penolakan dari penggarap lahan, sekarang sudah dilimpahkan ke pihak pengadilan untuk penyerahan ganti rugi tanaman.

" Lahan sudah dibebaskan sudah tidak ada lagi masalah dan kita sudah melalui beberapa tahapan pembebasan lahan.Terkait tujuh penggarap lahan yang belum mengambil ganti rugi lahan bandara Rokot, bisa mengajukan pembayaran ke pengadilan negeri Padang melalui prosedur yang berlaku," pungkasnya. (*)

loading...
Reporter : REDY /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 27 Desember 2018 - 11:12:22 WIB

    Pembebasan Lahan Simaka Tuntas

    Pembebasan Lahan Simaka Tuntas AGAM, HARIANHALUAN.COM –Pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Malalak-Sicincin yang berada di tiga titik  akhirnya tuntas. Sebelumnya, diketahui ada tiga titik yang bermasalah. Para pemilik lahan enggan menerima ganti rug.
  • Senin, 28 Desember 2015 - 02:52:26 WIB
    Jalan Solok-Solsel akan Jadi Jalan Nasional

    DPRD Sumbar: Jangan Ada Kendala Pembebasan Lahan

    SOLSEL, HALUAN — Jalan Padang - Solok Selatan (Solsel) akan dialih statuskan men­jadi jalan nasional, sebagai kawasan stra­tegis di Sumbar menuju Kabupaten Si­junjung, Dhar­masraya. Jalur alternatif nasio­nal itu akan .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]