Diduga Menyalahi Aturan Toko Disegel di Payakumbuh


Kamis, 13 Februari 2020 - 18:22:29 WIB
Diduga Menyalahi Aturan Toko Disegel di Payakumbuh Tim penertiban bangunan yang diduga tak sesuai aturan disegel Kamis.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Diduga menyalahi aturan Toko satu lantai yang baru selesai dibangun, di RW 2 Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB) disegel Tim Penertiban Bangunan Kota Payakumbuh. Hal itu dilakukan dalam rangka menegakkan aturan sesuai Peraturan Walikota Payakumbuh, Nomor 82 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pengendalian Bangunan.

Penyegelan yang dilakukan Kamis, sekitar pukul 09.45 wib ini sontak mengundang perhatian warga sekitar dan sedikit membuat arus lalu lintas macet. Banyak yang bertanya kenapa bangunan ini disegel padahal di depan toko tersebut terpampang IMB bernomor : 493/XI/IMB/BPMD-PTSP/PYK-2016.

Usut punya usut ternyata IMB yang dikeluarkan pada tahun 2016 pada prakteknya tidak sesuai antara izin dengan bangunan yang telah berdiri saat ini. Dari informasi sebelumnya juga terungkap bangunan ini juga telah mendapat teguran dari tim internal dinas PUPR namun tidak diindahkan.

Eka Diana Rilva, S.T. M.Eng selaku Kabid Penataan Ruang yang bertindak sebagai koordinator penyegelan tersebut, tampak sibuk dilapangan dan bergerak cepat dalam pemasangan line pembatas dan tanda label segel.

"Bangunan ini kita segel karena menyalahi aturan IMB" ujar Eka.

Pada saat penyegelan tersebut, pemilik toko tidak berada di lokasi karena sedang berada di Pekan Baru. Salah seorang ana nya dapat dihubungi via ponsel dan tim telah menyampaikan perihal penyegelan tersebut.

Sementara Lurah NDB, Ari Ashadi, SE di lokasi penyegelan menyebutkan, ini sebuah bentuk pengambilan langkah tegas yang dilakukan oleh Tim Penertiban Bangunan Kota.

"Sesuai dengan arahan Kadis PU/PR dalam rapat sebelumnya, bahwa tahun 2020 ini tidak ada  kompromi untuk bangunan yang melanggar aturan. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat NDB agar mematuhi aturan terkait pendirian bangunan," ujarnya.

Senada dengan Lurah NDB, Ketua LPM Moris ikut mendukung program pemerintah kota Payakumbuh dalam rangka menertibkan bangunan-bangunan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada. 

"Mudah-mudahan ini dapat membuat efek jera bagi masyarakat lainnya" kata Moris.

Semula ada 5 lokasi yang akan disegel pada jadwal tersebut. Namun, dua diantaanya telah melakukan pengurusan IMB sehingga tinggal 3 yang dieksekusi penyegelannya. Tiga lokasi yang disegel adalah Kelurahan Nunang Daya Bangun, Padang Tinggi Piliang, Koto Tangah. Sementara dua bangunan yang tidak jadi disegel berada di Kelurahan Sungai Durian dan Kapalo Koto Ampangan.

Adapun jumlah tim penertiban bangunan yang hadir pada penyegelan yakni, unsur Polres 2 Personil, polsek dan 2 personil, Koramil 2 personil, Pol PP 6 orang personil, Kecamatan Pyk Barat 1 personil, dan dinas PUPR 5 personil. Untuk tingkat kelurahan hadir Lurah beserta kasi Pem dan Trantibum, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, ketua RT/RW, Palanta, dan Karang Taruna.

Sekitar jam 14.30 wib salah seorang anggota keluarga pemilik toko yang disegel menyambangi kantor Lurah NDB. Kedatangannya untuk menjeput surat penyegelan yang dititipkan di kelurahan. Karena anggota keluarga itu sudah dapat kabar penyegelan ini beberapa waktu yang lalu. (*)

Reporter : Zulkifli /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]