Diduga Terlilit Pinjaman Online, Sopir Hoyak di Padang Ini Gantung Diri


Jumat, 14 Februari 2020 - 11:23:29 WIB
Diduga Terlilit Pinjaman Online, Sopir Hoyak di Padang Ini Gantung Diri Korban gantung diri di Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Diduga kuat karena terlilit oleh pinjaman online, seorang pria di Padang nekat mengakhiri hidupnya, Jumat (14/2) pagi. Kejadian itu sontak membuat masyarakat di Kampung Sikumbang Ladang RT 004/RW 007, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah heboh.

Informasi yang dihimpun harianhaluan.com di lokasi kejadian, aksi nekat pria berusia 38 tahun yang diketahui berinisial NF ini ternyata didasari oleh utang pinjaman online. Korban sempat mengaku bingung dengan utang tersebut dan mengeluh kepada keluarganya. 

"Dia menginap di rumah orang tuanya di kawasan tersebut. Sebelum ditemukan tergantung, korban ini mengeluh tak bisa bayar utang online," kata keluarga korban yang meminta namanya tak disebutkan.

Lokasi korban nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Ditambahkannya, korban yang sudah punya tiga anak ini dulunya sempat bekerja sebagai tukang servis AC. Namun, berhenti dan menjadi sopir hoyak angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya. 

"Dia sering kesini dan jarang pulang ke rumah istrinya di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo," paparnya.

Kapolsek Koto Tangah, AKP Richo Fernanda menyebut, kejadian itu bermula pada Kamis (13/2) malam. Saat itu, korban tidur dengan saudaranya di ruang tamu rumah orang tuanya tersebut. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, saudara korban yang bernama Doni Putra (33) terbangun dan melihat korban sudah tak ada di sampingnya.

Adik korban ini pun mencari dan melihat pintu belakang rumahnya terbuka. Dia pun membangunkan anggota keluarga yang lain dan mengajak mencari korban. Sekitar 05.30 WIB, keluarga korban menemukan NF tergantung di pohon kelapa dekat kolam ikan yang berjarak lebih kurang 100 meter.

"Korban ditemukan dalam keadaan kaki bersimpuh dan lidahnya keluar. Kemudian, langsung menghubungi Polsek Koto Tangah," kata Kapolsek. 

Usai ditemukan, pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan. Ketika dilakukan cek TKP, pada korban ditemukan bekas lilitan tali di leher. 

"Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum dan selanjutnya dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga," tutup Kapolsek. (*)

 Editor : Agoes Embun


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM