Diduga Aniaya Ketua TPK Nagari, Oknum Wali Nagari di Pessel Dipolisikan


Ahad, 16 Februari 2020 - 20:45:10 WIB
Diduga Aniaya Ketua TPK Nagari, Oknum Wali Nagari di Pessel Dipolisikan Ketua TPK Nagari Taratak, Kecamatan Sutera Muskamil, saat berada di RSUD M.Zein Painan.

PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Muskamil (54) selaku ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Kenagarian Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, melaporkan wali nagari setempat atas dugaan pemukulan terhadap dirinya. Muskamil sebagai pelapor mengatakan pada wartawan, pemukulan dirinya dilakukan oleh wali nagari berinisial "S". 

Dia menceritakan, saat itu dirinya bersama walinagari hadir memenuhi undangan untuk mengklarifikasi permasalahan dana BUMNag Taratak Maimbau dengan Kelompok Tani Timbulun Taratak, pada Jumat (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Ya, kami sama-sama dapat undangan dari Dinas PMDPP dan KB Kabupaten Pessel, untuk mengklarifikasi permasalahan dana BUMNag Taratak Maimbau dengan Kelompok Tani Timbulun Taratak, di Kantor Dinas PMDPP dan KB Pessel," ucapnya pada wartawan, Minggu (16/2).

Ia menyebutkan, pada acara tersebut turut dihadiri dirinya, Wali Nagari, Camat Sutera dan sejumlah pejabat dari Dinas PMDPP dan KB Pessel. "Masing-masing kami diminta mengklarifikasi terkait dana BUMNag oleh orang dinas dan menjelaskanya," ucap Muskamil.

Setelah ia dan wali nagari menjelaskan secara detail dihadapan pihak dinas, selanjutnya dirinya meminta izin keluar untuk mengangkat telefon. "Tiba-tiba saja tanpa diketahui, wali nagari mencekik leher daya dari belakang, dan saya berusaha untuk melepaskan cekikkan itu," katanya lagi.

Ia mengatakan, setelah cekikkan itu terlepas, wali nagari langsung memukulnya tepat dibagian mata kiri. "Kejadian pemukulan itu sekitar pukul 10.00 WIB, tak hanya di pukul, walinagari juga melontarkan kata-kata kasar kepada saya, Berani kamu mengatakan Nagari berhutang," ujarnya menirukan kata-kata walinagari tersebut.

Beruntung katanya, pegawai dinas dan Camat Sutera, cepat datang untuk melerai kejadian itu. "Akibat pukulan itu, bagian mata kiri saya memar dan bengkak, sehingga penglihatan saya serasa kabur. Sampai saat ini, mata saya masih merah sebelah kiri, karena bekas pukulan walinagari tersebut," tuturnya.

Ia menceritakan, usai kejadian itu, ia dibawah langsung ke RSUD M.Zein Painan untuk diperiksa. Sebab, bekas pukulan yang diterimanya, membuat ia merasa pusing. "Karena takut kejadian itu akan terulang, saya langsung melaporkan walinagari tersebut ke Polres Pessel, atas dugaan penganiayaan," ucapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Pessel AKP. Alan Budi Kusuma membenarkan laporan dugaan penganiayan yang dilakukan oleh oknum walinagari tersebut. Dengan laporan polisi nomor: LP / 21 / B / II / 2019 / SPKT-III Res-Pessel, Tanggal 14 Februari 2020, Pukul 16.00 WIB. 

Atas dugaan penganiayaan terhadap Muskamil oleh wali Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, di Kantor Dinas PMDPP dan KB Kabupaten Pessel. "Ya, kami telah menerima laporannya, untuk proses lebih lanjut, kami sedang mendalami kasus tersebut. Setelah itu, akan di panggil sejumlah saksi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PMDPP dan KB Kabupaten Pessel, Wendi mengatakan, kejadian itu terjadi diluar perkiraan pihak dinas. Sebab, walinagari dan Muskamil sama-sama keluar dari ruang rapat saat klarifikasi selesai. Namun, tiba-tiba saja diluar sudah terjadi cekcok antara walinagari dan ketua TPK. 

"Kejadian itu, dibelakang kantor dekat kamar mandi, kami tidak menyaksikan jelas kejadian itu, apakah dipukul atau terbentur ke dinding. Sebab, tempat kejadiannya sempit," katanya menjelaskan. (*)

Reporter : Okis dan M. Joni /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM