Bebas Corona, 23,6 Ton Bawang Putih Tiongkok Guyur Sumbar


Ahad, 16 Februari 2020 - 21:28:48 WIB
Bebas Corona, 23,6 Ton Bawang Putih Tiongkok Guyur Sumbar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat meninjau kebutuhan bawang putih di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Minggu (16/2/2020).

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan lonjakan harga bawang putih, Pemprov Sumbar memasok komoditas pangan tersebut dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI. Tak tanggung-tanggung, jumlah yang dipasok mencapai 23,6 ton.

"Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat kurang lebih sebulan kedepan," sebut Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi usai meninjau kebutuhan bawang putih di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Minggu (16/2/2020).

Efendi menyebutkan, bawang putih tersebut dijual Rp32 ribu per kilogramnya, dan harga tersebut jauh berbeda dengan harga di pasar. Sebab hingga saat ini, harga bawang putih di Pasar Raya Padang berkisaran Rp48 ribu sampau 50 ribu per kilo, sedangkan di daerah lain tembus Rp60 ribu sampai 80 ribu perkg.

Nantinya, kata Efendi, pasokan bawang putih ini akan didistribusikan ke 16 Kabupaten dan Kota di Sumbar, kecuali Mentawai, Dharmasraya dan Pasaman Barat.

"Harganya tetap Rp32 ribu per kilo di kabupaten kota tersebut," sebut Efendi.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Kementerian Pertanian RI, Risfaheri mengingatkan agar kedepan di Sumbar lebih meningkatkan lagi produksi bawang putih lokal. Dia mengungjapkan, dalam 1 tahun Sumbar membutuhkan sebanyak 1.000 ton bawang putih.

"Jadi hanya dibutuhkan lahan sekitar 150 hektar, jika 1 hektar mampu memproduksi sekitar 8 ton. Sekarang Sumbar sudah menanam bawang putih, tapi sebagain besar digunakan untuk benih," sebut Risfaheri.

Ke depan Risfaheri mengatakan akan terus memantau kebutuhan dan harga komoditas tersebut di pasara dan memberikan pasokan lebih bila terjadi kekurangan, apalagi akan mendekati bulan puasa. Pihaknya tidak mau masyarakat sampai mengeluh dengan harga kebutuhan pangan.

"Bawang putih yang didatangkan tersebut berasal dari Tiongkok, namun agar tidak terjadi ketergantungan pada satu negara, maka pemerintah sedang mencari ke negara lain yang dapat mengimpor, yakni India," ujar Risfaheri.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, saat ini penyebab melonjak harga bawang putih di Sumbar karena beberapa hal. Seperti masalah distrubisi, transportasi, atau ada oknum yang menghambat. Meski demikian, semua ini dapat diatasi salah satunya dengan Operasi Pasar (OP).

Menurut Irwan, kebutuhan pasokan sebanyak 23,6 ton ini dapat memenuhi kebutuhan selama sebulan, dan harganya tarjangkau dibandingkan harga di pasar. Maka membuat harga akan stabil kembali, karena mau tidak mau oknum tersebut harus menjual dengan harga yang wajar, kalau tidak bawang-bawangnya akan busuk sendiri.

"Ke depan saya berencana akan menggalakkan penanaman bawang putih sendiri kepada masyarakat melalui instansi terkait. Kita akan dorong masyarakat untuk menanam, dan nanti akan dibantu dengan subsidi," tukasnya. (*)

 Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM