Polda Riau Bongkar Sindikat Perdagangan Organ Harimau Sumatera


Senin, 17 Februari 2020 - 00:49:52 WIB
Polda Riau Bongkar Sindikat Perdagangan Organ Harimau Sumatera Foto Kulit Harimau yang Diamankan Polda Riau (dok. Polda Riau)

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Aksi sindikat perdagangan organ harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berhasil dibongkar  Kepolisian Daerah Riau. 

 Pelaku ditangkap sebanyak tiga orang. Dari tersangka, berhasil diamankan antara lain satu lembar kulit, empat taring, dan satu karung berisi tulang-belulang harimau sumatra (panthera tigris sumatrea). 

"Tim menerima informasi jual beli bagian tubuh harimau sumatera Jumat lalu, 14 Februari 2020. Ketiga tersangka membawa bagian tubuh harimau sumatera dari daerah Muara Tebo, Jambi menggunakan mobil Toyota Avanza D 1606 ABK," ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (15/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Arjuna, Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu. 

Sunarto menjelaskan, ketiga pelaku mengaku akan mengantarkan bagian tubuh harimau tersebut kepada seseorang di Air Molek, Inhu. Tiga tersangka yaitu, MN Bin KR (45), warga Desa Balai Rajo, Kecamatan Tujuh Ilir, Tebo, Jambi, RT (57), warga Jorong Koto Baru, Desa Sisawah, Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) Desa Seresam, Siberida, Inhu, Riau. 

Ketiga pelaku merupakan kurir yang mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo, Jambi melalui AT (DPO) dengan upah Rp2 juta. Kemudian akan diserahkan kepada HN (DPO) di Air Molek. 

"Ketiga tersangka kita amankan dan dibawa bersama barang bukti ke Mapolda Riau guna penyidikan lebih lanjut," kata Sunarto.

Maraknya praktek perdagangan illegal kulit dan organ harimau sumatera diduga sebab tingginya harga jual di pasar gelap. 

Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp30 juta-Rp80 juta, taring harimau Rp500 ribu-Rp1 juta per buah, dan tulang harimau Rp2 juta per kilo.

"Ini bentuk kejahatan terorganisir dengan sistem terputus. Satu dengan lainnya memiliki tugas dan perannya masing-masing. Polda Riau akan terus perangi dan ungkap perdagangan illegal ini," tegasnya Sunarto. (*)

 Sumber : Riaumandiri.id (Haluan Media Group) /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:57:59 WIB
    Diperiksa Setengah Hari Usai Ditetapkan Tersangka

    Oknum Dosen Cabul UNP Resmi Jadi Tahanan Polda Sumbar

    Oknum Dosen Cabul UNP Resmi Jadi Tahanan Polda Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Masih ingatkah dengan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum dosen di Universitas Negeri Padang (UNP)? Usai diperiksa oleh tim penyidik Dirreskrimum Polda Sumbar selama setengah hari pada Jumat.
  • Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:31:14 WIB

    Polda Metro Jaya Dalami Teriakan Orator 'Jatuhkan Jokowi' di Aksi 212

    Polda Metro Jaya Dalami Teriakan Orator 'Jatuhkan Jokowi' di Aksi 212 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang orator aksi 212 dari Forum Ukhuwah Islamiyah Sulawesi Selatan, Abdullah Maher sempat meneriakan 'jatuhkan Jokowi' dalam orasinya di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020) k.
  • Ahad, 09 Februari 2020 - 09:39:03 WIB

    Polda Sumbar Tangguhkan Penahanan PSK yang "Dijebak" Andre Rosiade

    Polda Sumbar Tangguhkan Penahanan PSK yang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Polda Sumbar akhirnya mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap NN, wanita tuna susila yang disebut dijebak oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade pada 26 Januari lalu. .
  • Senin, 03 Februari 2020 - 23:08:47 WIB

    Mutasi dan Promosi Bergulir Lagi, Inilah 8 Kapolda yang Diganti

    Mutasi dan Promosi Bergulir Lagi,  Inilah 8 Kapolda yang Diganti JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Sebanyak  delapan Kapolda diganti  dalam  rotasi dan promosi sejumlah pejabat tinggi (pati) Polri. Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/385/II/KEP./2020, Senin (3/2/2020). Surat itu d.
  • Senin, 03 Februari 2020 - 16:58:15 WIB

    Dipanggil Polda Sumbar, Dosen UNP Diduga Asusila Mangkir

    Dipanggil Polda Sumbar, Dosen UNP Diduga Asusila Mangkir PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah melakukan pemeriksaan yang panjang terhadap saksi-saksi dan korban, Polda Sumbar akhirnya melakukan pemanggilan terhadap dosen muda UNP yang diduga melakukan tindak asusila di toilet kampus.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM