Batan Bersihkan  Area Terpapar Radioaktif di Tangerang Selatan


Senin, 17 Februari 2020 - 01:22:48 WIB
Batan Bersihkan  Area Terpapar Radioaktif di Tangerang Selatan Tim Batan bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (16/2/2020). (Foto: Antara/M Iqbal).

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terus berupaya membersihkan (clean up) area yang terpapar zat radioaktif di atas ambang batas di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Hingga Minggu (16/2/2020), Batan telah berhasil memindahkan 87 drum berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terpapar radiasi zat radioaktif tersebut.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Batan Heru Umbara mengatakan, upaya pembersihan sudah dilakukan sejak Selasa, 11 Februari 2020 lalu. Pembersihan itu terus berlangsung.

"Setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan warga penghuni Komplek Perumahan Batan Indah, kami mulai melakukan clean up untuk membersihkan lingkungan dari paparan radiasi," ujar Heru, Minggu (16/2/2020).

Dari proses clean up tersebut didapatkan 87 drum ukuran 100 liter tanah dan tanaman yang diindikasikan terpapar radioaktif.

Menurut Heru, pada hari pertama (11/2/2020) sebanyak 5 drum, hari kedua 20 drum, hari ketiga 28 drum, dan hari keempat sebanyak 34 drum. Semua drum tersebut saat ini disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif yang berada di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan.

Pada Minggu, proses clean up berlangsung hingga pukul 14.30 WIB dan dihentikan sementara karena turun hujan. Kondisi itu akan menyulitkan pekerjaan tim clean up yang terdiri atas pekerja radiasi dan proteksi radiasi terlatih.

“Proses clean up akan diteruskan pada hari Senin (17/2/2020) besok mulai pukul 09.00 WIB. Pekerjaan ini akan terus diusahakan untuk segera selesai dan diharapkan menjadi normal kembali,” kata dia.


Heru menerangkan, setelah proses clean up dihentikan sementara, dilakukan pengukuran terhadap paparan radiasi di sekitar sumber, tepatnya di jalan bersebelahan dengan area terpaparnya radiasi. Berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan penurunan tingkat radiasi yang cukup signifikan, oleh karena itu batasan perimeter yang dipasang oleh Detasemen KBR (Kimia Biologi Radioaktif) dipersempit. (*)

 Sumber : Inewsid /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM