Mentan Targetkan Produksi Karet Cegah Kebuntuan Ekonomi Nasional


Senin, 17 Februari 2020 - 10:46:46 WIB
Mentan Targetkan Produksi Karet Cegah Kebuntuan Ekonomi Nasional Mentan, Syahrul Yasin Limpo.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pihak untuk menjaga dan mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia dengan kekuatan dan kelebihan yang dimiliki.

"Saya kira untuk menjadi negara miskin sangat mustahil terjadi karena kita memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah. Terutama potensi di Sulawesi Tenggara yang tidak kalah dengan potensi apa pun di belahan dunia," ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, kekuatan pangan nantinya tumbuh dari Indonesia timur. Mengenai hal ini, kata Mentan, pemerintah memiliki tugas untuk mengurus masyarakat agar memiliki moralitas yang tinggi dan mempunya kesejahteraan yang cukup.

Untuk itu, sektor pertanian merupakan pilar penting dan pilihan pasti yang dapat memutar roda perekonomian nasional. Lebih dari itu, sektor pertanian merupakan sektor yang paling resisten terhadap seluruh gejolak.

"Sebab semua manusia memiliki ketergantungan pada sektor pangan untuk bertahan hidup. Tapi yang terpenting adalah, pemerintah harus mampu bereaksi adaptif dan berkomunikasi dengan rakyat. Kemudian pemerintah harus bisa mencari solusi terkait masalah yang ada dengan melibatkan rakyat," katanya.

Di samping itu, Mentan mengajak Gubernur dan para Bupati yang hadir, pentingnya mengembangkan produksi aspal untuk keperluan infrastruktur dan pertanian. Dalam hal ini, kata Mentan, produksi karet adalah solusi masa depan untuk memecahkan kebuntuan ekonomi nasional.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian PUPR terkait penggunaan karet sebagai salah satu campuran aspal jalan. Mentan mengatakan, pihaknya ingin mendorong hal ini karena berkaitan dengan fluktuasi harga karet yang sering terjadi.

"Lewat kebijakan ini, saya berharap serapan dan pemanfaatan karet dari petani menjadi lebih maksimal. Jadi, nantinya karet kita tidak bergantung lagi pada harga karet luar negeri atau global, kita bisa pakai karet sendiri untuk keperluan masyarakat. Seperti itulah menyelesaikan masalah," tandasnya.

Selain itu, Mentan SYL menyebutkan banyak hal lain yang dapat dikembangkan Sultra, dan Kementan siap bekerjasama, mului dari penyediaan KUR hingga bibit pertanian. (*)

 Sumber : Kementerian Pertanian RI /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 Maret 2020 - 12:50:33 WIB

    Penuhi Protein Hewani, Kementan Beli 207 Ekor Kambing di Australia

    Penuhi Protein Hewani, Kementan Beli 207 Ekor Kambing di Australia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian terus berupaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan menambah popula.
  • Jumat, 26 Agustus 2016 - 04:01:17 WIB

    Mentan Jamin Harga Jagung di Petani Rp 3.150/Kg

    Mentan Jamin Harga Jagung di Petani Rp 3.150/Kg GORONTALO, HALUAN — Menteri Per­tanian (Mentan), Amran Sulaiman, menja­min harga jagung yang dibeli seharga pa­ling murah Rp3.150/kg. Harga tersebut, me­nu­rutnya, merupakan hasil kesepakatan di ra­pat terbatas dengan.
  • Selasa, 05 Januari 2016 - 03:21:01 WIB

    Kementan Dukung Importasi 600 Ribu Ekor Sapi

    JAKARTA, HALUAN — Ta­hun ini, persediaan daging sapi diperkirakan menga­lami defisit 239 ribu ton. Untuk mencukupi kebu­tuhan, pemerintah beren­cana impor 600 ribu sapi..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM