TPP 'Disunat' Pemko Sawahlunto, Pegawai RSUD 'Ngadu' ke DPRD


Senin, 17 Februari 2020 - 11:03:12 WIB
TPP 'Disunat' Pemko Sawahlunto, Pegawai RSUD 'Ngadu' ke DPRD Pegawai RSUD Sawahlunto mengadu ke DPRD Sawahlunto, terkait kebijakan pemotongan TPP sebanyak 20 persen, Senin 17 Februari 2020. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Seratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, Senin 17 Februari 2020, mengadukan terkait Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) yang dipotong sebanyak 20 persen. 

Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Eka Wahyu, Wakil Ketua Elfia Rita Dewi dan anggota lainnya, Irland, Reflizal, Jhon Refelita, Afdhal, Adepron, Ronal Kardinal dan Neldasewenti.

Penyampaian aspirasi ini setelah sebelumnya telah bertemu dengan walikota dan pertemuan dengan TAPD beberapa waktu lalu.

ASN RSUD Sawahlunto menyatakan, hanya ingin hak yang diperoleh sama dengan ASN di OPD lain, bukannya dipotong seperti ini.

"Bukan menerima 80 persen seperti kebijakan yang dikeluarkan saat ini. Kami hanya ingin memerima penuh seperti biasanya dan sama dengan ASN di OPD lain," ujar salah satu ASN kepada Ketua DPRD, Wakil Ketia DPRD dan Anggota lainnya.

Untuk penyampaian aspirasi ini lanjutnya, tidak ada koordinatornya, murni dari keinginan pribadi masing-masing ASN.

"Awalnya TPP tidak akan menerima sama sekali, setelah ada pembahasan, didapat informasi akan menerima 60 persen. Kemudian kami sepakat tandatangan petisi dan menemui walikota di rumah dinas, didapat hitungan akan menerima 80 persen," tuturnya.

Ketua DPRD Eka Wahyu mengatakan, aspirasi yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan pertemua dengan direktur RSUD dan juga pihak pemerintah kota.
"Hari ini akan kita tuntaskan permasalahan ini. Kita panggil pihak tekait kenapa hal seperti ini terjadi. Kenapa komunikasi antara Direktur dan pegawainya tidak baik dan terkesan sosialisasinya tidak jalan dan lain sebagainya," ujar Eka menjawab harianhaluan.com.

Eka Wahyu bejanji akan segera menuntaskan hal tersebut, akan tetapi dia meminta kepada seluruh pegawai RSUD yang ada agar tetap bekerja seperti semula jangan sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
"Jika ada permasalah, intetvensi dan lainnya silahkan diadukan kepada kami, dan kami siap meindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya, puluhan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sawahlunto mendatangi kantor Walikota Sawahlunto, Jumat (7/2) sore. Pegawai itu menanyakan kejelasan terkait kebijakan Pemerintah Kota Sawahlunto yang memotong tunjangan penambah penghasilan (TPP).

Dari puluhan ASN yang terdiri dari dokter, tenaga medis dan pegawai adiministrasi rumah sakit yang resah itu hanya 11 orang perwakilan yang diterima oleh Walikota Deri Asta, Sekretaris Daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan menggelar pertemuan tertutup.

Ditemui awak media usai pertemuan itu, Direktur RSUD Sawahlunto Adrianof mengatakan, kebijakan pemotongan TPP sebanyak 20 persen berkemungkinan akan tetap diberlakukan.
"Kepada perwakilan, walikota dan TAPD telah menjelaskan alasan perhitungan dan keluarnya kebijakan tersebut. Dan itu akan tetap diberlakukan," ujarnya.

Dia menjelaskan, alasan pemotongan TPP sudah dikemukakan oleh walikota dan TAPD melalui kajian dan berbagai pertimbangan. Dan dia menampik bahwa usulan pemotongan berasal dari usulan manajemen rumah sakit.

Namun Adrianof berharap, meski resah kebijakan ini tidak akan mengganggu jalannya pelayanan di rumah sakit. "Mudah-mudahan tidak terjadi masalah di belakang hari dan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.(*)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM