Sadis..! Mayat Bayi Ditemukan dalam Kondisi Kepala Hancur di Pasaman, Diduga Hasil Hubungan Inces


Senin, 17 Februari 2020 - 13:22:50 WIB
Sadis..! Mayat Bayi Ditemukan dalam Kondisi Kepala Hancur di Pasaman, Diduga Hasil Hubungan Inces Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Warga Kampung Kalawi, Jorong IV Beringin, Nagari Lansekkodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, dibuat geger pasca penemuan mayat bayi laki-laki di dalam selokan, Minggu (16/2/2020).

Ironisnya pelaku pembuangan bayi dengan tali pusar masih menempel diperut itu, Sri Hanni Fatimah (SHF), (18) masih berstatus pelajar disalah satu sekolah menengah atas (SMA). Ia ditangkap petugas selang beberapa jam seusai penemuan jasad bayi tersebut.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasat Reskrim AKP Lazuardi mengatakan, mayat bayi tak berdosa itu pertama kali ditemukan oleh Syafriandi (30) di selokan tempat pembuangan air kolam miliknya ketika hendak memberi makan ikan di sore itu.

"Saksi saat itu mencium bau busuk menyengat tidak jauh dari tempat ia berdiri. Kemudian saksi berusaha mencari tahu asal dari Bau tersebut. Dan benar Saksi menemukan dan melihat mayat bayi laki laki sudah mengambang di selokan air dengan keadaan tertelungkup tanpa mengenakan busana," ungkap AKP Lazuardi, Senin (17/2/2020).

Saat ditemukan, kondisi bayi malang itu sangat mengenaskan. Kepala dalam keadaan hancur, dan tali pusar (placenta) masih ada di perut. Usut punya usut, SHf hamil di luar nikah setelah menjalin hubungan terlarang dengan adik kandungnya sendiri.

"Benar, bayi tak berdosa itu merupakan buah dari hubungan gelap antara pelaku dengan adik kandungnya yang masih duduk di bangku kelas satu SMP di Rao Selatan," katanya.

Menurut AKP Lazuardi, motif pelaku membuang darah dagingnya sendiri itu karena malu dan bingung. Ia takut aib tersebut tercium oleh orang tuanya di rumah serta masyarakat luas. Sebab pria yang menghamilinya tidak lain saudara laki-lakinya sendiri.

"Kehamilan tersebut ditutup-tutupi oleh pelaku selama sembilan bulan. Bahkan orang tuanya pun tidak tahu. Setelah bayi hasil hubungan terlarang tersebut lahir, pelaku berinisiatif membuang bayinya itu," katanya.

Masih pengakuan tersangka, hubungan terlarang itu pertama kali mereka lakukan pada Juli hingga Agustus 2019 lalu di rumahnya sendiri di Kampung Kalawi, Jorong IV Beringin, Nagari Lansekkadok, Rao Selatan.

Tersangka, kata AKP Lazuardi ditangkap saat dalam perjalanan pulang usai melaksanakan praktek lapangan yang diadakan oleh sekolahnya di Batusangkar. Pelaku ditangkap di Rao Selatan, tepatnya di depan Rumah Makan Tambuo, Jorong Kauman.

"Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan pidana kekerasan terhadap anak menyebabkan kematian, pasal 80 ayat (3), (4) UU Nomor 35 tahun 2014 jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 341 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Karena pelaku orang tua kandung korban, ancaman di tambah 1/3," katanya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM