Usai Indosat, Kini Giliran HSBC PHK 35 Ribu Karyawan


Rabu, 19 Februari 2020 - 07:11:33 WIB
Usai Indosat, Kini Giliran HSBC PHK 35 Ribu Karyawan HSBC akan merumahkan (PHK) 35 ribu karyawannya di seluruh dunia dalam 3 tahun ke depan karena laba rontok. (AFP/Omar Torres).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- HSBC akan merombak bisnis perusahaan besar-besaran. Perombakan yang dilakukan termasuk menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 35 ribu karyawannya dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut diambil karena laba perusahaan merosot 33 persen pada 2019 lalu. Jumlah karyawan yang di-PHK sudah mencapai 15 persen dari target 35 ribu karyawan.

Pada Agustus lalu, HSBC juga memangkas 4.700 pekerjanya, yang sebagian besar merupakan pekerja senior.

Merosotnya bisnis HSBC sebagian disebabkan oleh penurunan suku bunga, pemberian pinjaman yang tak menguntungkan, demo berkelanjutan di Hong Kong dan penyebaran virus corona dari Wuhan, Hubei, China.

Penyebaran virus corona ini cukup mengganggu karyawan, supplier, dan nasabah mereka yang berada di China dan Hong Kong. Hal tersebut disebut telah memengaruhi kinerja perusahaan pada tahun ini.

Selain memangkas jumlah karyawannya, HSBC berencana memotong US$100 miliar aset mereka pada akhir 2022 mendatang. Perusahaan berharap, keputusan ini dapat mengurangi kerugian hingga US$4,5 miliar.

Rencana perombakan bisnis global juga termasuk mengurangi cabang perusahaan mereka, terutama di negara-negara yang tidak memberikan keuntungan, antara lain, Eropa dan AS.

Laba sebelum pajak HSBC di AS turun dari US$20 miliar pada 2018 menjadi US$ 13,3 miliar pada 2019. Akibat kerugian tersebut, HSBC mengatakan akan menutup sepertiga cabangnya di AS.

"Sekitar 30 persen dari modal kami saat ini dialokasikan untuk bisnis yang memberikan laba di bawah biaya ekuitas mereka, sebagian besar di perbankan dan pasar global di Eropa dan AS," kata CEO sementara HSBC Noel Quinn dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN, Selasa (18/2).

Kemudian, perusahaan akan lebih fokus pada pasar perbankan di negara-negara berkembang yang ada di Asia dan Timur Tengah. Quinn mengungkapkan pemberian pinjaman yang menguntungkan sebagian besar berasal dari Asia.

"Karena itu kami merombak rencana bisnis demi meningkatkan biaya ekuitas, menciptakan kapasitas untuk investasi di masa depan, dan membangun platform untuk pertumbuhan berkelanjutan," ungkap Quinn. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 24 Mei 2020 - 23:22:54 WIB

    Usai Lebaran, Pasar Keuangan RI Harus Waspadai Ini

    Usai Lebaran, Pasar Keuangan RI Harus Waspadai Ini HARIANHALUAN.COM - Pasar keuangan dalam negeri kompak pada pekan ini, dalam tiga hari perdagangan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 0,85%, rupiah lebih dari 1%, seme.
  • Sabtu, 02 Mei 2020 - 13:23:08 WIB

    Usai Viral di Medsos, Kue Lebaran yang Dijual Driver Ojol Ini Laris Manis

    Usai Viral di Medsos, Kue Lebaran yang Dijual Driver Ojol Ini Laris Manis JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dapat puluhan orderan kue lebaran, Oka (32) bantu ekonomi rekan dan saudaranya yang turut terdampak Covid-19. Oka merupakan satu diantara pekerja harian di salah satu hotel bintang lima yang ada d.
  • Kamis, 30 April 2020 - 10:07:26 WIB

    Usai Koreksi, Emas Antam Mandek di Posisi Rp928 Ribu per Gram

    Usai Koreksi, Emas Antam Mandek di Posisi Rp928 Ribu per Gram JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp928 ribu per gram pada Rabu (29/4) atau stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Begitu juga dengan harga pembelian .
  • Rabu, 15 April 2020 - 09:30:49 WIB

    Bisnis Ini Diprediksi Bakal Berjaya Usai Pandemi Corona

    Bisnis Ini Diprediksi Bakal Berjaya Usai Pandemi Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pengamat kebijakan dan komunikasi strategis dari Universitas Daegu, Korea Selatan, Prof. Gil H. Park menilai bisnis online akan berjaya seusai pandemi corona..
  • Rabu, 08 April 2020 - 13:42:59 WIB

    Bukan Mobil, Ini Barang Pertama yang Bakal Dicari usai Wabah Corona

    Bukan Mobil, Ini Barang Pertama yang Bakal Dicari usai Wabah Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Hampir semua para pelaku bisnis sibuk mencari cara, agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi virus corona. Beberapa ada yang menyerah, dan harus memutus hubungan kerja dengan karyawan mereka..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]