'Buaya Berkalung Ban' Malah Jadi Roti, Apa yang Terjadi?


Rabu, 19 Februari 2020 - 23:27:40 WIB
'Buaya Berkalung Ban' Malah Jadi Roti, Apa yang Terjadi? Ilustrasi

PALU, HARIANHALUAN.COM - Roti buaya adalah sesuatu yang biasa. Tapi roti buaya berkalung ban, tentu tidak umum dan menarik rasa penasaran untuk dimakan.
Hadirnya roti buaya berkalung ban, tak terlepas dari keberadaan buaya di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang lehernya terkalung ban sepeda motor bekas.

Upaya penyelamatan buaya berkalung ban ini terus dilakukan Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng. Buaya berkalung ban ini kembali menjadi perhatian publik setelah BKSDA Sulteng menggelar sayembara terbuka yang kemudian menjadi pemberitaan media asing.

Hal tersebut tak mengherankan karena upaya penyelamatan buaya tersebut sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Upaya tersebut belum berhasil meski buaya berkalung ban yang panjangnya sekitar 4 meter itu berkali-kali memunculkan diri.

Sayembara pun ditutup karena tak ada pihak yang ikut serta. Namun upaya penyelamatan buaya ini menarik perhatian dua ahli reptil dari Australia, Matt Wright dan Chris Wilson.

Upaya penyelamatan buaya berkalung ban pun terus menarik perhatian. Bersama Matt Wright dan Chris Wilson, beberapa upaya penyelamatan dilakukan: memasang jala dan perangkap, memancing menggunakan ayam yang diikat di drone, menyusuri Sungai Palu, hingga menggunakan harpun.

Salah satu kendala penyelamatan buaya ialah penonton. Tiap kali ada upaya penyelamatan dari tim BKSDA, masyarakat ramai menonton dari tepi Sungai Palu.

Di saat pencarian buaya berkalung ban menarik perhatian publik, pengusaha melihat peluang ekonomi. Inisiatif toko roti Master Bakery membuat roti buaya berkalung ban mendapat respons positif. Roti ini banyak diincar warga, khususnya di Kota Palu.

"Sejak Oktober 2012 mulai produksi roti buaya. Waktu itu belum ada kalungnya. Nanti adanya buaya beneran di Sungai Palu berkalung ban viral. Karena itu, roti buaya kami kalungi ban juga tapi yang ban bisa makan. Alhamdulillah sangat laku, bahkan cepat habis," kata pemilik toko Abraham atau dikenal Afui saat ditemui di tokonya, Jalan Guru Tua Kalukubula, Sulteng, Rabu (19/2/2020).

Roti ini dijual dengan harga bervariasi, tergantung besar ukuran. Mereka hendak membuat roti buaya berkalung ban berukuran 1 meter.

Jika dilihat, bentuk roti buaya berkalung ini memang unik. Tidak perlu takut karena buaya berkalung ban yang ini bisa kita kunyah.(*)
 

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM