Hari Ini, Massa Gabungan PA 212 Demo Berantas Mega Korupsi di Depan Istana


Kamis, 20 Februari 2020 - 00:04:39 WIB
Hari Ini, Massa Gabungan PA 212 Demo Berantas Mega Korupsi di Depan Istana Konferensi pers PA 212 terkait rencana aksi 212 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI'. (Wilda-detikcom)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama, dan Alumni Persaudaraan (PA) 212 akan menggelar aksi di depan Istana Negara, Jumat (21/2/2020). 

Aksi 212 bakal digelar pukul 13.30 WIB atau setelah salat Jumat. Peserta aksi diimbau salat Jumat di masjid sekitar Patung Kuda. Lokasi aksi mengambil tempat di Patung Kuda dan Istana Negara.  

Dalam pernyataan yang dikirimkan Sekretaris Umum FPI Munarman, aksi ini dilatarbelakangi penggagas yang merasa penanganan sejumlah kasus mandek. 

Penggagas  'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' juga berbicara soal lingkaran kekuasaan. "Negara, dalam hal ini para aparat penegak hukum, hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskannya. Diduga kuat mandek dan mangkraknya penanganan kasus-kasus megakorupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan. Perilaku tersebut terjadi sebagai bagian dari modus korupsi mereka untuk pembiayaan politik guna meraih dan melanggengkan kekuasaan," bunyi pernyataan bersama FPI, GNPF Ulama hingga PA 212, Selasa.

 Munarman mengatakan pihaknya telah mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polda Metro Jaya terkait aksi tersebut.
"Sudah ada tanda terima pemberitahuan," kata Munarman dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).

Munarman kemudian menunjukkan STTP tersebut. Berdasarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan bernomor STTP/01/II/2020Dit.Intelkam yang dikirim oleh Munarman, aksi massa terpusat di Silang Monas Barat Daya/Patung Kuda, Jakarta Pusat; dan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sedangkan Ketua umum PA 212, Slamet Maarif menyebut puluhan ribu massa akan turun dalam aksi itu.
"Estimasi massa insyaallah kita yakin puluhan ribu," kata Slamet 

Sementara itu, polisi mengingatkan pendemo soal hak dan kewajiban mereka. "Yang penting sekali lagi harus menjaga keutuhan NKRI," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, Kamis (20/2/2020).

Asep menuturkan, dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, ada hak dan kewajiban bagi para pendemo. Haknya adalah mendapat perlindungan berupa pengamanan saat aksi.

"Haknya mereka dilindungi undang-undang, artinya pihak kepolisian melakukan pelayanan pengamanan terhadap kegiatan itu. Kewajibannya dia melaporkan berapa jumlah massa yang dikerahkan, siapa pimpinannya, alat peraga atau apa yang akan digunakan," tutur Asep.

Kewajiban pendemo selanjutnya adalah mematuhi ketentuan, seperti mengakhiri aksi pada pukul 18.00 WIB dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. "Tidak boleh mengganggu kamtibmas. Dia tidak boleh mengganggu aktivitas masyarakat lain dan menghormati norma-norma sosial yang berlaku," tutur Asep. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM