Kena Cukai, Harga Minuman Teh hingga Soda Bakal Naik


Jumat, 21 Februari 2020 - 06:35:48 WIB
Kena Cukai, Harga Minuman Teh hingga Soda Bakal Naik Ilustrasi minuman ringan (pixabay.com)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Adhi Lukman mengatakan rencana kebijakan pengenaan cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan tidak tepat.

"Kami pernah lakukan kajian bahwa pengenaan cukai akan menaikkan harga dan akhirnya menurunkan daya beli masyarakat," ujar Adhi kepada Tempo, Kamis, 20 Februari 2020. Kendati, ia belum memperinci berapa besar kenaikan harga yang bisa terjadi akibat pengenaan tarif itu.

Ia juga mempertanyakan dasar pemerintah mengenakan cukai pada produk minuman kemasan itu. "Pada dasarnya belum ada data yang menunjukkan pengenaan cukai bisa menurunkan penyakit tidak menular dan obesitas," ujar Adhi.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan alias Asrim, Triyono Prijosoesilo meyakini harga produk di tingkat konsumen juga bakal ikut naik kalau kebijakan cukai itu diterapkan. Sehingga, diperkirakan akan menekan turun angka penjualan produk.

Karena itu, ia mengatakan kebijakan itu bakal semakin menghantam industri minuman siap saji yang belakangan sudah loyo. "Penerapan cukai minuman berpemanis hanya akan menjadi pukulan telak bagi industri dan akan berdampak negatif pada pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja," ujar Triyono.

Industri minuman ringan, menurut dia, saat ini belum pulih betul dari kondisi perlambatan pertumbuhan. Saat ini, saja pertumbuhannya tergolong rendah ketimbang pada masa kejayaannya, sekitar lima tahun lalu, yang bisa tumbuh lebih dari sepuluh persen.

Asrim mengatakan pertumbuhan produksi minuman ringan nasional hanya sekitar 2 persen. Angka itu sudah cukup membaik ketimbang periode yang sama tahun 2018, ketika pertumbuhan produksinya minus.

Triyono juga menyebut bahwa alasan pengenaan cukai tersebut, yang adalah untuk mengurangi prevalensi diabetes, tak begitu tepat. Sebab, menurut studi yang ia miliki, minuman siap saji hanya berkontribusi kurang dari tujuh persen dari total konsumsi kalori konsumen Indonesia, sehingga bukan merupakan kontributor utama.

Usulan pengenaan cukai terhadap minuman kemasan berpemanis kembali bergema dalam rapat antara pemerintah dan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan tarif cukai Rp 1.500 - Rp 2.500 per liter untuk minuman teh kemasan hingga minuman bersoda. Ide itu diajukan berbarengan dengan gagasan pengenaan  cukai untuk kresek dan produk plastik, serta emisi karbon.

Besar tarif itu akan didasari oleh kandungan gula dalam minuman kemasan tersebut. Semakin tinggi kandungan pemanis dalam minuman, makan tarif yang dikenakan bakal semakin tinggi. "Kami usulkan minuman yang siap dikonsumsi. Termasuk konsentrat yang dikemas dalam bentuk penjualan eceran dan konsumsinya masih perlu pengenceran," ujar bekas Direktur Bank Dunia itu dalam rapat bersama anggota dewan di Kompleks Parlemen, Rabu, 19 Februari 2020.

Nantinya, besaran tarif cukai yang dipatok terbagi beberapa kelompok, antara lain minuman teh dalam kemasan sebesar Rp 1.500 per liter, minuman bersoda, serta minuman energi dan kopi dalam kemasan sebesar Rp 2.500 per liter. (*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 April 2020 - 09:14:35 WIB

    Imbas Corona, Sebanyak 300 Pekerja Ramayana Kena PHK

    Imbas Corona, Sebanyak 300 Pekerja Ramayana Kena PHK JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Wabah corona berdampak serius pada para pelaku usaha. Di Depok, Jawa Barat, ratusan pegawai pasaraya atau department store Ramayana dikabarkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).  .
  • Sabtu, 04 April 2020 - 08:17:55 WIB

    Skenario Terburuk, Dolar AS Tembus Rp 20.000

    Skenario Terburuk, Dolar AS Tembus Rp 20.000 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI berkaitan virus corona Jumat kemarin (3/4/2020). Dalam rapat yang digelar secara virtual itu, Erick menyampaikan proyeksi perekonomian .
  • Kamis, 26 Maret 2020 - 15:49:48 WIB

    Covid-19 Kian Mewabah, UMKM di Pasaman Terkena Dampaknya

    Covid-19 Kian Mewabah, UMKM di Pasaman Terkena Dampaknya PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pandemi Virus Korona, mulai memberikan dampak buruk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman. Jika tidak segera diatasi, sejumlah UMKM akan gulung tikar alias mengal.
  • Senin, 23 Maret 2020 - 08:28:10 WIB

    Apa Salahmu Rupiah! Kenapa Terus Melemah

    Apa Salahmu Rupiah! Kenapa Terus Melemah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot pagi ini. Rupiah terus mengalami tekanan dan belum juga berakhir. Apa penyebabnya?.
  • Senin, 17 Februari 2020 - 07:31:20 WIB

    Kena PHK Tiba-tiba? Begini Cara Ajukan Keringanan Cicil KPR

    Kena PHK Tiba-tiba? Begini Cara Ajukan Keringanan Cicil KPR JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan mimpi sangat buruk untuk para pekerja. Apalagi kalau cicilan menumpuk..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM