Tanggap Darurat Bencana di Pasaman 14 Hari, Total Kerugian masih Dihitung


Jumat, 21 Februari 2020 - 20:34:11 WIB
Tanggap Darurat Bencana di Pasaman 14 Hari, Total Kerugian masih Dihitung Wagub Sumbar, Nasrul Abit menyerahkan bantuan bencana MTS di Gelora Tuanku Imam Bonjol, Lubuksikaping. Bantuan diterima oleh Sekda Mara Ondak.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Kabupaten Pasaman, menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan selama 14 hari kedepan. Dimulai sejak 18 Februari sampai 3 Maret 2020.

"Masa tanggap darurat bencana di Mapattunggul Selatan sudah ditetapkan oleh pak Bupati. Selama 14 hari lamanya," ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi, saat dihubungi harianhaluan.com, Jumat (21/2).

Baca Juga : Harga Sembako di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Ia mengatakan, pemerintah mengerahkan logistik, sejumlah peralatan selama masa tanggap darurat. Pemkab juga mengerahkan Tim gabungan untuk membantu masyarakat membersihkan rumah yang diterjang banjir bandang. "Sejumlah bantuan logistik dari berbagai OPD di Pemkab Pasaman untuk warga terdampak bencana sudah disalurkan. Dari berbagai komunitas dan organisasi juga ada," ujarnya. 

Pemkab Pasaman, kata dia, juga mendapatkan bantuan logistik dan dana operasional penanggulangan bencana di Mapattunggul Selatan dari BNPB dan Pemprov Sumatera Barat. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit. "Bantuan BNPB senilai Rp250 juta dan Pemprov Sumbar Rp75 juta serta beras sebanyak 8,1 ton. Diserahkan oleh pak Wagub, Jumat (21/2) pagi tadi di Gelora Lubuksikaping," katanya. 

Baca Juga : Pengendalian Inflasi, Pemko Padang Panjang Pantau Harga Sembako Selama Ramadan dan Lebaran

Sementara total kerugian akibat bencana tersebut, Ricky mengaku belum bisa menaksir. Sebab, pendataan kerusakan sedang dilakukan. Saat ini masih dalam tahap perhitungan tim teknis. "Belum bisa disampaikan besarannya berapa. Kita masih menunggu perhitungan RKB dari Dinas PUTR. Dana tanggap darurat tentu yang ada ditiap SKPD dulu. Kalau total warga terdampak bencana mencapai 620 KK," katanya. 

Dikatakannya, untuk pencairan anggaran penanggulangan bencana dari dana tak terduga (DTT) APBD Pasaman tidak bisa sembarangan. Diperlukan perhitungan cermat dan akurat oleh tim teknis. "Jadi, dana BTT itu tidak bisa dikeluarkan begitu saja. Itu harus dihitung dulu oleh PU. Berapa total kerusakan dan kerugian akibat bencana. Setelah itu baru dikeluarkan biaya tak terduganya (BTT) oleh Bupati," tutur Ricky. 
 
Pasca dihantam banjir dan longsor, pada Sabtu (15/2) lalu, wilayah terdampak bencana di Nagari Muaro Seilolo sudah bisa diakses dengan kenderaan roda empat. Material longsor yang menutup beberapa ruas jalan Silayang-Muaro pun sudah dibersihkan.

Baca Juga : Persentase Sembuh Pasien Covid-19 Padang Panjang Tertinggi di Sumbar

"Alat berat yang diterjunkan ke lokasi bencana saat ini masih bekerja membersihkan material longsor yang sempat menutup badan jalan. Tinggal Jorong Pintuai yang belum terjamah. Itu karena keterbatasan alat berat yang kita miliki," katanya.

Selain merusak lahan pertanian, irigasi dan fasilitas air bersih, peristiwa banjir bandang MTS juga merusak sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Dari catatan BPBD setempat, tiga unit jembatan di wilayah itu putus dan rusak berat akibat diterjang banjir. "Ada tiga unit jembatan rusak dan terputus diterpa banjir bandang dan longsor. Ketiga unit jembatan itu, yakni jembatan penghubung ke Rotan Getah, Pangian dengan Sungai Lolo," imbuhnya. (*)

Baca Juga : Mantap! 57 Siswa SMA 1 Sumbar Sembuh dari Covid-19

Reporter : Yudhi Lubis | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]