Orator Aksi 212 Serang Ahok, Kementerian BUMN Buka Suara


Sabtu, 22 Februari 2020 - 09:12:29 WIB
Orator Aksi 212 Serang Ahok, Kementerian BUMN Buka Suara Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok 'disenggol' dalam Aksi 212 yang digelar kemarin. Salah satu orator yakni Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menyebut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu terlibat kasus korupsi.

"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya sekitar 6-10 kasus korupsi lagi," kata Marwan saat berorasi di Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi dan Selamatkan NKRI' di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Namun, Marwan tidak menyebut secara rinci kasus apa yang melatarbelakangi tudingan ke Ahok itu. Dia menyebut Ahok bisa lolos karena 'disembunyikan' oleh pimpinan KPK era Agus Rahardjo dkk.

"Tapi bisa lolos, siapa yang meloloskan? Pimpinan KPK, siapa ketuanya? Agus Rahardjo, di sana ada yang namanya Basaria, Saut Situmorang, mereka ini adalah pelindung koruptor, jangan sok suci mereka membela kok, padahal mereka untuk kasus konglomerat mereka melindungi konglomerat, termasuk melindungi Ahok," ujarnya.

Marwan kemudian meminta Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Ia tak rela jabatan itu diisi Ahok.

"Pak Ahok kita minta dalam waktu satu bulan dari sekarang supaya mundur dari Komisaris Utama Pertamina. Pertamina adalah perusahaan milik negara, milik rakyat, kami tidak rela Ahok menjadi komisaris utama milik rakyat," tuturnya.

Menanggapi orasi Marwan, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, orang bisa menuduh apa saja. Namun, selama tidak ada putusan pengadilan Ahok berarti tidak bersalah.

"Statment Marwan menyangkut dugaan-dugaan korupsi, kita anggap orang nuduh bisa apa saja. Jadi selama tidak dibuktikan pengadilan kita tidak bisa mengatakan orang lain tertuduh. Kami tetap saja, Ahok sebagai komisaris tidak ada masalah," katanya kepada detikcom, Jumat (21/2/2020).

"Soal tuduhan-tuduhan nanti kan Pak Marwan bisa dituduh orang lain kan, apakah Pak Marwan dianggap bersalah, kan enggak, semuanya putusan pengadilan," sambungnya.

Arya menilai, Marwan seorang yang intelektual. Ia yakin, Marwan paham mengenai proses pengadilan. Kembali, selama tidak ada putusan pengadilan Ahok tidak bersalah.

"Sama kaya Pak Ahok dituduh boleh saja, tapi kan tidak ada bukti pengadilan. Tidak bisa dijadikan sebagai hukum ya. Sepanjang tidak ada apapun kita tidak ada masalah sama Pak Ahok," terangnya.

Ahok, kata Arya, cukup bagus dalam menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ia yakin publik menerima keputusan pemerintah menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama.

"Dan Pak Ahok juga bagus, cukup baik sebagai Komisaris Utama Pertamina, banyak memberikan ide-ide dan pengawasan sangat baik untuk Pertamina. Sesuai target kami memang Pak Ahok seperti itu fungsinya. Publik pasti terima dan senang dengan Pak Ahok yang sangat baik sebagai Komisaris Utama Pertamina," jelasnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 01 Mei 2020 - 09:57:58 WIB

    Makin Panas Nih, Trump Temukan Bukti Corona Laboratorium Wuhan

    Makin Panas Nih, Trump Temukan Bukti Corona Laboratorium Wuhan WASHINGTON, HARIANHALUAN.COM -- Dari mana asal muasal virus Corona masih jadi perdebatan dan bikin penasaran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengutarakan klaim bahwa ia punya bukti COVID-19 berasal dari .
  • Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:08:52 WIB

    Orator Teriak 'Jatuhkan Jokowi', Begini Tanggapan PA 212

    Orator Teriak 'Jatuhkan Jokowi', Begini Tanggapan PA 212 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Orator dari Forum Ukhuwah Islamiah Sulawesi Selatan Abdullah Maher menyingung 'jatuhkan Jokowi' dalam orasinya pada aksi 212 di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Persaudaraan Alumni (PA) 2.
  • Ahad, 26 Januari 2020 - 12:49:25 WIB

    Kemendag Tetapkan Impor Evaporator Dikenakan Bea Masuk Tambahan  

    Kemendag Tetapkan Impor Evaporator Dikenakan Bea Masuk Tambahan   JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Perdagangan memutuskan untuk mengenakan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atas impor produk evaporator tipe roll bond dan tipe fin yang merupakan bagian dari lemari pendingin atau .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]