Puluhan Ribu Ayam Bantuan Pemerintah Mati, Program Bekerja di Pasaman Dicap Gagal


Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:03:07 WIB
Puluhan Ribu Ayam Bantuan Pemerintah Mati, Program Bekerja di Pasaman Dicap Gagal Puluhan ribu ekor yam bantuan program Bekerja di Pasaman dilaporkan banyak yang mati.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Puluhan ribu ekor ayam bantuan pemerintah dari program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Pasaman, mati mendadak. Program pro rakyat ini pun dicap gagal total.

Salah seorang warga Lubuk Layang, Rao Selatan, Mulyadi mengatakan kalau dirinya saat ini tinggal memelihara lima ekor dari 50 ekor bantuan ayam program Bekerja. Parahnya lagi, bantuan ayam tersebut sudah mati saat serah terima dilakukan.

“Ada 45 ekor yang mati mendadak. Saya tidak terlalu tahu apa penyakitnya, tetapi serangannya cepat dan menyebabkan kematian. Ada juga mati begitu turun dari truk pengangkut," katanya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Romi Zuswandi mengakui, bahwa warga Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP) sebagai penerima manfaat dari program itu banyak melaporkan kematian ayam bantuan dari Kementan tersebut.

"Keluhan banyak kami terima dari masyarakat. Dan keluhan itu sudah kami sampaikan ke pelaksana kegiatan, yakni pihak BPTU HPT Padang Mangatas, di Payakumbuh. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan," ujar Romi kepada Harianhaluan.com, Sabtu (22/2/2020).

Dikatakan, sebanyak 5.872 kepala keluarga di kabupaten itu tercatat sebagai rumah tangga miskin pertanian. Ribuan KK penerima manfaat program Bekerja ini tersebar di lima kecamatan. Total ayam bantuan mencapai 293.600 ekor.

"Penerima manfaat tersebar di lima kecamatan, yakni Padanggelugur, Rao Selatan, Rao, Lubuksikaping dan Mapattunggul. Tiap RTMP mendapat bantuan ayam 50 ekor, kandang Rp500 ribu dan pakan 150 kg," katanya.

Romi menyebutkan, bahwa pihaknya sudah menyurati pelaksana kegiatan dari program itu. Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring ternak ayam yang diterima oleh RTMP rata-rata mati. Tingkat kematian mencapai 75 sampai 100 persen.

"Sudah kami surati terkait peristiwa kematian ribuan ayam itu, pada 21 Januari 2020. Itu hasil monitoring dan kunjungan kami ke lapangan serta laporan dari walinagari, TKSK, petugas pendamping, Bhabinkamtibmas dan Babinsa," katanya.

Pihaknya, kata dia, sudah melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kematian dari puluhan ribu ayam tersebut. Dari hasil bedah bukan disebabkan oleh virus.

"Untuk memastikan lebih jelasnya perlu dilakukan uji labor. Satu-satu yang bisa memeriksa itu adalah Balai Veteriner di Baso," katanya.

Dikatakan, distribusi ternak ayam pada kegiatan Bekerja tahun 2019 untuk di lima kecamatan di Kabupaten Pasaman saat ini sudah final. Namun, tingginya angka kematian ayam bantuan kepada masyarakat miskin itu harus segera dicarikan solusinya.

"Untuk itu kami berharap agar hal ini menjadi perhatian bagi pihak pelaksana kegiatan supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat. Kami di kabupaten tidak bisa berbuat banyak. Fungsi kami hanya sebatas pendampingan," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum harianhaluan.com, dana untuk pengadaan kegiatan Bekerja ini mencapai Rp13 miliar, bersumber dari dana APBN. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]