Sandiaga Tertawa Tanggapi Usulan Menteri Muhadjir: Jodoh Itu Ditangan Allah


Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:16:20 WIB
Sandiaga Tertawa Tanggapi Usulan Menteri Muhadjir: Jodoh Itu Ditangan Allah Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno ditemui awak media di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sandiaga Uno tertawa lepas ketika mendengar usulan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar orang kaya menikahi orang miskin untuk menekan kemiskinan.

"Hahahahaha, jodoh itu bukannya ditangan Allah?" kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Jakarta, hari ini, Sabtu, (22/2/2020).

"Tapi ini menarik memang ada yang mengapresiasi. Ini kan terobosan," sambung Sandi.

Sandiaga, yang menjadi Calon Wakil Presiden 2024, lalu menjelaskan soal jodoh dan kemiskinan. 

Dia menerangkan bahwa jodoh seseorang tidak akan tertukar. Di sisi lain, pemerintah ingin memberantas kemiskinan.

Dia berpendapat rasa empati kepada kaum miskin bisa diwujudkan dalam bentuk apapun. Sandiaga mencontohkan, si kaya menyumbang kepada si miskin dengan mendirikan kegiatan filantropi.

"Untuk mengawinkan antara si kaya dan si miskin ini saya rasa pemerintah terlalu jauh masuk ke ranah privat."

Mantan Wakil Gubernur DKI tersebut malah berpendapat usulan Menteri Muhadjir tadi termasuk salah satu inovasi. Tetapi, urusan mengawinkan orang kaya dan miskin terlalu privat dan harus dikembalikan kepada masing-masing individu.

Menteri Muhadjir mengusulkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi. Menurut dia hal ini bisa mencegah peningkatan angka kemiskinan.

Muhadjir mengakan ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan, seperti mencari jodoh yang setara.

“Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru. Inilah problem di Indonesia,” tuturnya dalam pidatonya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu lalu, 19 Februari 2020.

Itu sebabnya dia menyarankan Menteri Agama membuat fatwa. “Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin," tukasnya. (*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]