Populasi Anjing Liar Meningkat, Pasaman Berpotensi Darurat Virus Rabies


Sabtu, 22 Februari 2020 - 18:08:33 WIB
Populasi Anjing Liar Meningkat, Pasaman Berpotensi Darurat Virus Rabies Ilustasi/RRI

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Wilayah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, diprediksi berpotensi mengalami kondisi darurat virus rabies akibat gigitan hewan peliharaan dan meningkatnya populasi anjing liar didaerah itu.

Hal itu disampaikan salah seorang penggiat lingkungan dan permukiman setempat, Joni Agus Saputra (34), di Lubuksikaping, Sabtu(22/2/2020).

"Berdasarkan pemantauan kami, terungkap dana untuk melaksanakan pengendalian penyakit dan penindakan terhadap kasus gigitan hewan pembawa penyakit rabies, tidak disediakan sama sekali oleh pihak pemerintah daerah pada APBD 2020," ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, akan menyulitkan petugas medis dan paramedis pada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di daerah itu, karena terbatasnya sarana prasarana penunjang pengendalian dan pengobatan bagi hewan yang terduga dijangkiti virus tersebut.

Padahal, lanjutnya, penyakit rabies bisa ditularkan kepada manusia melalui gigitan hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan kera.

"Kasus gigitan tersebut bisa menimbulkan kematian pada korban dan hewan tersebut, sehingga tentu memerlukan perhatian serius dari pihak terkait untuk penanganannya," tegas dia.

Ia berharap, pemerintah daerah itu beserta pihak terkait lainnya dapat meninjau ulang kebijakan menghilangkan dana tersebut, yang menurutnya hanya berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta pertahunnya.

"Kalau ini tindakan penghematan, maka inilah cara penghematan paling konyol yang saya tahu, karena kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah dalam mengantisipasi penularan virus rabies melalui gigitan, dan juga sudah menjadi agenda dunia dengan ditetapkannya World Rabies Day (WRD) yang diperingati setiap tanggal 28 September tiap tahunnya," sesal Joni.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian setempat, yang membawahi Puskeswan di daerah itu, Romi Zuswandi, mengakui tentang fakta tersebut.

"Memang benar kegiatan terkait pengendalian penyakit rabies tidak dianggarkan pada tahun ini, hal itu sudah kami upayakan semaksimal mungkin agar dipertahankan, namun ada arahan, pandangan dan kebijakan lain dari pimpinan yang wajib kami patuhi," ungkapnya.

Menurutnya, secara umum selama ini Kabupaten Pasaman sudah mampu menekan angka kasus gigitan hewan pembawa virus rabies baik melalui upaya pencegahan dengan melakukan vaksinasi gratis terhadap hewan kesayangan milik masyarakat, maupun dengan melakukan proses eliminasi terhadap populasi anjing liar di daerah itu.

Pihaknya berharap, rangkaian penanganan yang dilakukan pihaknya pada tahun-tahun sebelumnya itu, masih mampu menahan risiko berjangkitnya virus rabies dan diharapkan kesadaran yang tinggi juga bagi pemilik hewan kesayangan agar tetap rutin memeriksakan peliharaannya meskipun harus menggunakan dana pribadi.

"Stock obat-obatan sangat menipis sehingga sangat sulit bagi kami memberlakukan layanan gratis vaksinasi dan pengobatan bagi hewan peliharaan milik masyarakat, yang seharusnya merupakan bagian dari Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi dan Kimia, yang merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kondisi darurat termasuk dalam menghadapi wabah penyakit hewan," kata dia. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]