Cuaca Buruk, Kapal Cepat Mentawai Rusak di Laut?


Sabtu, 22 Februari 2020 - 20:17:00 WIB
Cuaca Buruk, Kapal Cepat Mentawai Rusak di Laut? Para penumpang kapal MV Mentawai Fast sampai di dermaga Muaro Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Fenomena angin kencang yang terjadi di wilayah Sumatra Barat tak hanya menyebabkan sejumlah pohon tumbang, namun membuat aktifitas transportasi juga terganggu. Salah satunya, aktifitas di kapal cepat Mentawai atau MV Mentawai Fast. 

Pantauan harianhaluan.com, Sabtu (22/2) petang di Dermaga Muaro, terlihat kapal MV Mentawai Fast datang terlambat lebih dari satu jam dari waktu kedatangan yang ditetapkan. Kapal tersebut datang sekitar pukul 19.25 WIB dikarenakan ada permasalahan yang terjadi di tengah laut. 

Baca Juga : Gubernur Janji Beri Tunjangan ke 4 Orang Penghafal Alquran 30 Juz PontrenMu Kauman Padang Panjang

"Iya, kapal tadi sempat terhambat oleh angin kencang. Selain itu, anak buah kapal juga menyuruh kita untuk bersabar karena lajunya diperlambat," tutur Mira (26), salah seorang penumpang saat ditanyai ketika turun dari kapal.  

Terlihat, ratusan orang tampak menunggu kedatangan anggota keluarga di luar dermaga. Sebagian mendapatkan informasi jika mesin kapal tersebut rusak, sebagian lagi mengetahui jika ada kendala cuaca yang terjadi di tengah laut. "Saya sudah menunggu sejak pukul 05.00 WIB, tapi adik saya belum juga sampai. Katanya kapal ada kendala mesin dan terhalang badai," jelas Junaidi (40), warga yang menunggu keluarganya.

Baca Juga : Menginspirasi! Mahasiswa Solsel Layak Jadi Duta Petani Mileneal Berkat Usaha Itik Petelur

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak MV Mentawai Fast mengenai keterlambatan tersebut, apakah memang ada kerusakan di mesin kapal atau memang karena badai. 

Sejak Kamis (20/2), BMKG Stasiun Meterologi Minangkabau memang sudah mengamati telah terjadi fenomena angin kencang di wilayah Sumatera Barat, terutama di bagian barat Bukit Barisan. Berdasarkan data, kecepatan angin dapat mencapai 30 Knots atau 50-60 km/jam. 

Baca Juga : Jelang Ramadhan, Kaum Kerajaan Sungai Kambut Dharmasraya Gelar Goro Bersama

"Kondisi angin terjadi diiringi dengan cuaca cerah dan umumnya terjadi pada saat pagi hingga menjelang siang hari. Hasil analisa BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau terkait fenomena angin kencang dan cuaca cerah tersebut karena adanya pengaruh angin timur laut di Sumatra Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia," kata Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Sakimin.

Angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer. Hasil pengamatan Udara Lapisan Atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadi proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan. 

Baca Juga : PDSKJI Bersama FK Unand dan IDI Sumbar Gelar Webinar: Bahaya Kecanduan Game Online, Napza dan Pornografi Mengintai Generasi Z

Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG melihat kondisi ini dapat bertahan hingga dua hari kedepan di wilayah Sumatra Barat seperti Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Padangpanjang, Agam, Pesisir Selatan, dan sekitarnya. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]