Insiden Siswa Hanyut, Seorang Guru Olahraga SMPN 1 Turi Jadi Tersangka


Ahad, 23 Februari 2020 - 01:38:56 WIB
Insiden Siswa Hanyut, Seorang Guru Olahraga SMPN 1 Turi Jadi Tersangka Para siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta yang berhasil dievakuasi.

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan seorang pembina pramuka di sekolah tersebut sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, 13 orang yang diperiksa tersebut masing-masing tujuh orang pembina Pramuka, tiga orang warga dan tiga orang dari Pramuka Kwarcab Sleman. Sementara, dari para siswa belum ada pemeriksaan karena masih mengalami trauma.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa dari tujuh pembina Pramuka tersebut, enam diantaranya mengantar para siswa ke sungai dan seorang berada di sekolah. Dari enam orang yang ikut berangkat ke sungai, empat diantaranya turun ke sungai, dan seorang menunggu di garis finis. 

Sementara, seorang lagi usai mengantarkan para siswa tersebut turun ke sungai dan langsung pergi karena untuk keperluan tertentu.
"Mereka akan kami periksa kalau sudah normal. Kita akan datangi para siswa," ujar Yuli saat ditemui di Pos DVI di Puskesmas I Turi, Sabtu (22/2) sore.

Yuli menyebutkan, selain tujuh orang pembina, enam orang lain juga mereka periksa. Masing-masing adalah tiga orang warga dan tiga orang perwakilan Pramuka dari Kwarcab Sleman. Tiga orang warga yang diperiksa adalah dari penggerak wisata yang ada di kawasan tersebut.

Sementara, tiga orang lain adalah dari perwakilan Kwarcab Sleman yang diperiksa untuk lebih mengetahui SOP dalam Pramuka, termasuk standar keamanan pelaksanaan kegiatan Pramuka seperti susur sungai tersebut. "Kita ingin mengetahui SOP Pramuka itu seperti apa," tambahnya.

Dalam pemeriksaan yang digelar di Mapolres Sleman, pihaknya telah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan, sehingga ada penetapan tersangka dari 13 orang yang diperiksa. "Tadi Direskrimsus Polda DIY telah melakukan gelar perkara di Mapolres Sleman dan menyatakan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan," terang Yuli.

Salah seorang yang sudah diperiksa ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, yaitu pembina Pramuka berinisial IYA, yang juga guru olahraga SMPN 1 Turi. IYA adalah pembina yang meninggalkan para siswa usai mengantar mereka turun ke sungai karena pergi untuk keperluan tertentu.

"Jadi dari 7 orang pembina, 6 orang statusnya PNS di SMPN 1 Turi dan 1 orang adalah pihak luar yang menjadi pembina Pramuka," jelasnya.

Yuli menambahkan, kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka. Namun, hal tersebut masih bergantung dari hasil pemeriksaan karena untuk sementara memang belum ada siswa yang diperiksa untuk menjadi saksi. Para siswa masih mengalami trauma, sehingga belum bisa dimintai keterangan. 

Namun, jika nanti sudah dalam kondisi normal, maka pihaknya akan mendatangi para siswa tersebut dalam rangka pemeriksaan. "Dari polisi juga menyediakan tim trauma healing," ujarnya.

Untuk sementara, tersangka diancam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan 360 karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain terluka. Ancaman maksimal yang akan dikenakan pada tersangka adalah hukuman 5 tahun penjara. Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Sleman dan belum ada penahanan. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]