Dinas Pertanian Minta Warga Waspadai Penyakit Cacing Pita pada Sapi


Ahad, 23 Februari 2020 - 11:15:49 WIB
Dinas Pertanian Minta Warga Waspadai Penyakit Cacing Pita pada Sapi Kabid Peternakan, pada Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Romi Zuswandi.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Anda suka makan daging-dagingan? Jika iya, mulai dari sekarang Anda perlu berhati-hati dengan risiko infeksi cacing pita, khususnya saat mengkonsumsi daging sapi atau kerbau.

Sebab, Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, sering menemukan penyakit cacing pita pada hati, limpa dan jantung sapi atau kerbau yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman.

"Penyakit itu sering ditemukan oleh petugas RPH kita pada sapi atau kerbau pada saat pemotongan," ujar Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Rom Zuswandi, Minggu (23/2/2020).

Selanjutnya, kata dia, petugas RPH akan melarang daging itu dijual ke pasaran agar tidak merugikan bagi kesehatan manusia. RPH Lubuksikaping, kini memiliki lima petugas, terdiri atas tenaga medis, para medis, tukang jagal profesional, petugas limbah dan kebersihan.

"Di RPH, kita menugaskan seorang dokter hewan, ditambah tukang jagal. Mereka bekerja di bawah sumpah. Petugas medis, para medis dan tukang jagal ini ada sertifikatnya dari MUI," katanya.

Romi pun menghimbau agar masyarakat waspada dan cermat dalam memilih daging yang dibeli untuk dikonsumsi. Paling tidak, kata dia, tahu ciri-ciri daging yang sehat ketika melihat teksturnya.

Untuk menghindari sapi/kerbau tertular penyakit, Romi melarang masyarakat melakukan pemotongan diatas rumput dan lantai, karena bisa memicu munculnya penyakit.

"Pemotongan daging diatas rumput tidak dibenarkan. Karena kandungan mikroba sangat tinggi dan rentan menimbulkan penyakit. Penggunaan kantong plastik untuk pembungkus daging juga kita larang," kata Romi.

Meski sudah disosialisasikan ke masyarakat, namun himbauan tersebut belum juga diindahkan. Sementara untuk melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan diluar RPH, pihaknya terkendala anggaran.

"Jujur, pengawasan belum bisa maksimal dilakukan. Sebab, kita masih terkendala anggaran dan fasilitas lainnya untuk melakukan hal itu," ujarnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]