Rekind Toreh Prestasi '6 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan' di Proyek PLTP Muara Laboh Tahap-1


Ahad, 23 Februari 2020 - 11:21:14 WIB
Rekind Toreh Prestasi '6 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan' di Proyek PLTP Muara Laboh Tahap-1 proyek pembangunan  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Tahap-1, berkapasitas 85 Megawatt (MW)  di Solok Selatan, Sumatera Barat.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - PT Rekayasa Industri (Rekind) perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction,) menorehkan prestasi 6 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan.

Catatan prestasi kerja tersebut diraih setelah perusahaan kontraktor nasional ini menyelesaikan proyek pembangunan  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Tahap-1, berkapasitas 85 Megawatt (MW)  di Solok Selatan, Sumatera Barat, milik Supreme Energy Muara Laboh (SEML) pada 16 Desember 2019. 

Baca Juga : Bank Nagari Dukung Pemkab Solsel Sukseskan Program Nasional P2DD

Sertifikat pencapaian 6.000.000 jam kerja aman tanpa kecelakaan diserahkan langsung oleh Construction Manager SEML, Christian Pintea kepada Project Manager Rekind, M. Fahirwan, pada Sabtu (1/2), di lokasi PLTP Muara Laboh.

Pelaksanaan seremonial kegiatan yang dihadiri seluruh karyawan, mitra kerja Rekind dan pemilik proyek itu dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional ke -50.

Baca Juga : Harga Pangan di Pasar Lubuk Buaya Naik, Berikut Daftar Lengkapnya

PLTP Muara Laboh berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan mampu memasok daya listrik untuk 340.000 rumah tangga khususnya di wilayah Solok Selatan dan daerah lainnya.

Pelaksanaan proyek yang kompleks menuntut Rekind untuk meningkatkan seluruh aspek tidak hanya teknologi dan inovasi, namun juga harus memperhatikan aspek keselamatan kerja sesuai standar internasional. Rekind menempatkan HSE sebagai competitive value yang mampu memberikan nilai tambah dalam setiap kerja sama dengan pelanggan.

Baca Juga : Pembudidaya Keluhkan Penyakit Ikan, Dinas Pertanian Pangan dan Kelautan Kota Pariaman Beri Tanggapan

"Seiring dengan dukungan serta kerjasama dari masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat, Rekind mampu untuk merampungkan pengerjaan proyek ini dengan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Alhamdulillah setiap pekerjaan yang kami lakukan terukur dan terencana dengan tepat,” kata Fahirwan menambahkan.
 
PLTP Muara Laboh Tahap-1 merupakan perwujudan pembangkit listrik yang masuk dalam program implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu proyek percepatan pembangkit tenaga listrik 35.000 MW. Di wilayah Sumatera Barat, PLTP ini merupakan pembangkit listrik pertama yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan. Sumber energi baru dan terbarukan ini berasal dari WKP Liki Pinangawan Muara Laboh.
 
Sebagai perusahaan yang melayani perusahaan nasional dan global, aspek Health, Safety, and Environment (HSE) selalu dikedepankan oleh Rekind dalam setiap pengerjaan proyek. Rekind menyadari keberhasilan penerapan HSE merupakan kerja sama seluruh pihak baik yang terdiri dari tim proyek, pemilik proyek maupun mitra kerja seperti subkontraktor.

Melalui penguasaan teknologi dan inovasi serta didukung kemampuan sumber daya manusia di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri, Rekind terus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan panas bumi di Indonesia. Sejak kali pertama berkecimpung dalam bidang panas bumi, Rekind telah mengerjakan 16 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia dengan jumlah kapasitas sebesar 995,4 MW.(*)

Baca Juga : Duh, Jelang Ramadan Harga Daging Sapi Bikin Menjerit

Editor : NOVA | Sumber : rel
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]